
progresifjaya.co.id, KOTA CIREBON – Pelaksanaan pekerjaan senderan yang diduga merupakan proyek dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah Kecamatan Kesambi, tepatnya Kelurahan Drajat RW 09 RT 03 dan RT 10, area Jabang Bayi (Sungai Suba), Kota Cirebon, menuai sorotan dan keluhan dari masyarakat sekitar.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena tidak dilibatkan dalam pekerjaan proyek yang tengah berlangsung tersebut. Menurut informasi yang diterima, proyek yang disebut dikerjakan oleh pemborong bernama Alex itu dinilai tidak memberikan kesempatan yang memadai kepada masyarakat setempat untuk ikut bekerja sebagai tenaga kerja maupun penyedia material alam.
“Warga sekitar tidak ada yang ikut dilibatkan menjadi tenaga kerja. Bahkan ketika ingin mengisi material alam juga dipersulit. Harga yang dimainkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, (24/06/2026).
Selain persoalan minimnya pemberdayaan masyarakat lokal, warga juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek. Hingga pekerjaan berlangsung, warga mengaku tidak menemukan papan informasi proyek yang seharusnya memuat data pekerjaan, nilai anggaran, sumber dana, volume pekerjaan, serta waktu pelaksanaan.
Ketiadaan papan proyek tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan berpotensi menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Warga juga mempertanyakan tidak adanya informasi terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dapat diketahui publik sebagai bentuk pengawasan sosial terhadap penggunaan anggaran negara.
Tak hanya itu, warga juga menyoroti metode pekerjaan di lapangan. Berdasarkan pantauan masyarakat, proses pengadukan semen disebut masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen yang lazim digunakan untuk menjaga kualitas dan efisiensi pekerjaan konstruksi.
Sorotan lainnya mengarah pada pengelolaan hasil galian tanah. Warga menduga tanah hasil pengerukan justru dibuang ke aliran Sungai Suba sehingga berpotensi menyebabkan pendangkalan sungai dan mengganggu fungsi saluran air dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap pihak BBWS, kontraktor pelaksana, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proyek tersebut.
Transparansi, keterlibatan masyarakat lokal, serta kepatuhan terhadap standar teknis pekerjaan dinilai menjadi hal penting agar proyek yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan dan dugaan yang disampaikan warga.
Redaksi



