Setelah Kalah Dari Spanyol, Kelihatan Sifat Asli Pemain Argentina yang Arogan dan Kasar

Oleh Zulkarnain
Ajang Piala Dunia 2026 telah usai, namun turnamen akbar itu meninggalkan banyak cerita.
Salah satu yang menarik untuk kita catat adalah, terkuaknya sifat asli para pemain Argentina, saat digelarnya final perebutan juara satu melawan Tim Spanyol dengan akhir skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol yang resmi keluar sebagai juara dunia 2026.
Dalam pertandingan tersebut, terlihat dengan jelas, para pemain Argentina bermain sangat kasar. Bahkan sangkin kasarnya wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah kepada salah satu pemain Argentina, yakni Enzo Fernandes.
Berkali-kali pemain Argentina melakukan tekel yang sangat berbahaya, yang dapat mencederai pemain Spanyol. Akan tetapi yang perlu kita acungkan jempol, bahwa strategi pemain Argentina tersebut tidak di respon oleh pemain Spanyol, mereka fokus sepanjang pertandingan menyerang gawang Argentina, dimana cukup banyak peluang yang mestinya membobol gawang Argentina. Setidaknya ada tiga gol yang gagal bersarang di gawang kesebelasan yang di perkuat Messi tersebut.
Sebelumnya, kesebelasan Argentina ini disebut sebut sering diuntungkan oleh wasit yang kelihatan berpihak kepada Argentina. Begitu juga disebut-sebut bahwa kesebelasan Argentina ini merupakan kesayangan FIFA. Hal itu terlihat dengan jelas, wasit menganulir gol indah dari tim Mesir saat melawan Argentina. Kejadian itu membuat pelatih Mesir mengamuk karena mereka sangat dirugikan.
Dianulirnya gol Mesir tersebut, atas permintaan Messi kepada wasit agar memeriksa Referee Review Area atau RRA yang merupakan bagian dari teknologi VAR. Dan permintaan itupun direspon oleh sang wasit. Ini kejadian yang sangat memalukan, begitu rusaknya aturan yang diduga diselewengkan oleh FIFA, sehingga pertandingan sepak bola itu tak lagi indah untuk ditonton oleh jutaan pasang mata dari seluruh dunia.
Sifat arogan para pemain Argentina, tidak hanya saat pertandingan berlangsung, namun berlanjut ketika pertandingan telah selesai. Sejumlah pemain Argentina menyerang pemain Spanyol, memukul dan mendorong mereka.
Padahal pemain Spanyol telah menyalami para pemain Argentina, akan tetapi para pemain Argentina ini terlihat tidak puas dan tidak menerima kekalahan tersebut. Mereka mengamuk dan terus mengejar pemain Spanyol. Tindakan ini mirip pemain antar kampung, dan tidak pantas menjadi ajang Internasional.
Tak hanya pemain, para pendukung Argentina juga melakukan hal yang sama dijalanan. Bahkan pendukung Argentina ini berani membentangkan sepanduk besar bertuliskan “Pulau Faklan adalah milik Argentina”. Kejadian itu sempat membuat seporter Inggris marah besar dan rencananya FIFA akan memberikan sanksi kepada Argentina atas isu politik tersebut.
Masyarakat Argentina nampaknya lupa atau memang tidak paham, bahwa tentara Inggris pernah menyerang pulau Faklan pada 2 April1982 yang sempat diduduki Argentina, dan dalam tempo 74 hari saja, tentara Argentina menyerah, dan sejak saat itu pulau Faklan dikuasai oleh Inggris. Serangan itu terjadi saat Perdana Menteri Inggris dijabat oleh Margaret Thatcher.
Dunia harusnya memprotes tindakan para pemain dan pendukung Argentina ini, agar FIFA memberikan sanksi tegas. Dan yang terpenting FIFA jangan menganakemaskan salah satu kesebelasan. Sehingga tercipta suatu kompetensi yang bermutu dan adil. Khusus kepada pelatih Mesir agar menuntut wasit dan juga FIFA atas kekalahan mereka yang sangat menyakitkan hati rakyat Mesir karena dianulirnya gol ke gawang Argentina.
Tentu saja kita patut berterima kasih kepada kesebelasan Spanyol yang kembali memperbaiki mutu Piala Dunia, lewat kehebatan mereka membungkam kesombongan Argentina yang sebelumnya sesumbar akan menjadi Juara Piala Dunia 2026. Tapi kesombongan ituu hilang lenyap lewat gol tunggal dari Spanyol yang sejak awal pertandingan terus menyerang dan membuat Messi tak berkutik…..



