HUKUM & KRIMINAL

Polisi Belum Pastikan Terjadi Penculikan: Jesslyn Terlacak Berada di Bangkok, Thailand Bersama Ibu dan Tantenya

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kisah perjalanan atlet golf Jesslyn Wijaya Lay (34) yang dilaporkan diculik masih berlanjut. Pasalnya, sampai kini wanita yang dikabarkan akan melangsungkan pernikahan dengan calon suaminya Evan (37) belum bisa dihubungin. Pihak keluarga pun tetutup seolah menyembunyikan keberadaan Jesslyn.

Namun polisi yang masih terus melacak keberadaan Jesslyn mendapatkan informasi bahwa pegolf wanita itu kini tengah berada di Bangkok, Thailand, bersama ibu dan tantenya. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra, dikutip Jumat (24/7).

Awalnya Jesslyn terlacak berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata mereka langsung menyambung penerbangan ke Thailand pada hari yang sama tanggal 14 Juli 2026, sehari setelah dikabarkan diculik dari Restoran Warung Kita di bilangan Mangga Besar, Jakarta Pusat, 13 Juli 2026.

Menurut Roby, pihaknya masih akan terus mendalami ada atau tidaknya tindak pidana dalam peristiwa hilangnya Jesslyn. Polisi pun belum bisa pastikan penculikan atau bukan, karena belum ada keterangan baik dari keluarga ataupun Jesslyn sendiri yang kabarnya masih di luar negeri.

Polisi sangat menyayangkan, pihak keluarga tidak kooperatif memberitahukan keberadaan Jesslyn sampai saat ini. Padahal, calon suaminya Evan mengaku khawatir terhadap Jesslyn, karena tidak bisa dihubungi, baik handphone maupun melalui akunnya di media sosial.

Meski laporan penculikan atau menghilangnya Jesslyn sudah dicabut oleh rekannya Neslay, Namun polisi harus memastikan bahwa wanita atlet golf itu dalam keadaan baik-baik saja. Setidaknya, bisa memberi klarifikasi peristiwa yang terjadi di restoran Warung Kita 13 Juli 2026.

“Jadi perkembangannya, memang pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026 pelapor mencabut laporannya, dengan alasan yang pertama yang bersangkutan bukan saudara atau hubungan keluarga dengan Jesslyn. Yang kedua, karena (dia) tidak melihat atau mengalami langsung peristiwa dugaan penculikan yang dia laporkan.” papar Kasat Reskrim Roby Hery Saputra, dikutip Jumat (24/7).

Meski demikian, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, polisi menemukan fakta bahwa memang ada peristiwa seperti yang dilaporkan, yakni upaya membawa pergi Jesslyn dari rumah makan Saung Kita di Mangga Besar, Jakarta Pusat pada 13 Juli 2026. Namun kini polisi belum dapat memastikan apakah tindakan yang dilakukan oleh lima orang terhadap Jesslyn itu merupakan dugaan penculikan atau bukan, meski ada saksi yang melihat Jesslyn dibawa oleh kelima orang tersebut.

Selanjutnya, pada 14 Juli 2026, polisi menemukan bahwa Jesslyn telah meninggalkan Indonesia dan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang. Dari rekaman kamera pemantau atau CCTV yang didapat polisi, saat itu Jesslyn bersama dua perempuan lain yang belakangan diketahui yakni ibu dan tantenya.

Dalam pantauan CCTV di bandara, mereka tiba dengan tiga kendaraan. Kemudian turun tiga perempuan, yaitu salah satunya Jesslyn. Dua orang lainnya itu adalah ibunya dan seorang lagi perempuan, tantenya. Terlihat juga mereka diantar oleh beberapa pria sampai dengan tempat check in. Selanjutnya ketiganya terbang menggunakan pesawat Air Asia ke negeri Jiran.

Seperti diberitakan. diberbagai media daring, Jesslyn dilaporkan diculik secara terbuka oleh lima orang tak dikenal (OTK). Saat itu dia berada di restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya. Lima lelaki berperawakan besar tiba-tiba muncul dan dua diantaranya langsung membopong wanita tersebut dimasukan ke dalam mobil kemudian mereka kabur.

Peristiwa itu terjadi Senin (13/7) sekira pukul 19.45. Sehari setelah itu dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun belakangan, laporan tersebut dicabut dengan alasan pelapor bernama Nesya tidak melihat langsung kejadian tersebut. Dia pun hubungannya bukan keluarga, melainkan hanya teman dengan Jesslyn.

Andi Darti, kuasa hukum Evan calon suami Jesslyn mengatakan, terdapat masalah personal antara Jesslyn, keluarga, dan penolakan terhadap Evan sebagai calon suaminya. Berangkat dari ketidaksetujuan pihak keluarga terhadap rencana pernikahan tersebut, Andi menduga kuat bahwa insiden penjemputan paksa Jesslyn di sebuah restoran wilayah Jakarta Pusat, pada Senin (13/7) merupakan siasat yang sengaja dirancang.

Andi juga mencurigai pihak keluarga menjadikan undangan perayaan ulang tahun sang nenek sebagai celah untuk membawa Jesslyn pergi jauh dan memisahkannya dari Evan. “Iya, kalau anggapan Evan sih begitu. Dia merasa apakah karena dia mau menikah dengan Jesslyn. Jadi karena itu diduga, ini menurut Evan ya, memanfaatkan momen ulang tahun neneknya itu untuk menjauhkan Jesslyn dari dia,” jelas Andi.

Andi Darti mengungkapkan bahwa Jesslyn sendiri selama ini memang memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan keluarganya. Keretakan hubungan keluarga tersebut bahkan membuat Jesslyn memutuskan untuk angkat kaki dari kediaman orangtuanya di Ancol dan pindah ke sebuah apartemen di bilangan Pluit, Jakarta Utara.

Sementara itu Evan sang calon suami Jesslyn, tidak mau berbicara banyak mengenai hubungannya dengan keluarga calon istrinya. Evan hanya membenarkan bahwa ia dan Jesslyn seharusnya melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Namun, saat ini keberadaan dan kondisi Jesslyn justru tak diketahui usai sempat dijemput paksa.

“Saya sebagai calon suaminya Jesslyn, dan seharusnya memang kami melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat, kami sudah membeli gaun dan mendaftarkan pernikahan ke gereja. Namun untuk waktu pernikahannya kapan, itu privasi ya,” ucap Evan.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *