John Herdman Bawa Angin Segar dan Tantangan Besar: 30 Tahun Nir Gelar Piala AFF

Instruksi John Herdman dari pinggir lapangan saat Timnas Indonesia versus Kamboja di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026) malam WIB. (Ist)
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kehadiran dan pendekatan taktik John Herdman dinilai membawa energi positif serta harapan baru bagi kebangkitan sepak bola nasional. Diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dan U-23 oleh PSSI sejak Januari 2026, target tinggi dipatok meraih titel Piala AFF atau Asean Championship 2026 untuk pertama kalinya.
Sosok yang pernah membawa timnas putra dan putri Kanada yang tampil di Piala Dunia ini dalam meracik tim memeragakan permainan dinamis dan taktik luwes saat uji coba dengan Oman dan Bulgaria.
Banyak yang berharap Herdman mampu memecah kutukan bahwa hingga saat ini Indonesia masih tidak bisa meraih gelar juara Piala AFF. Optimisme itu datang usai Herdman membawa angin segar ke skuad Garuda yang masih tak terkalahkan di bawah asuhannya.
Tampil di laga perdana Grup A Piala AFF 2026, Timnas Indonesia menekuk Kamboja 5-1 di Stadion Pakansari, Senin (27/7/2026) malam WIB.
Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan Indonesia. Penyerang muda itu memborong tiga gol, sementara dua gol lainnya dicetak Sandy Walsh dan Jens Raven, dengan Thom Haye tampil impresif lewat torehan tiga assist.
Selain unggul di papan skor, Indonesia juga mendominasi hampir seluruh aspek statistik pertandingan. Data LapangBola menunjukkan Skuad Garuda tampil lebih efektif, lebih agresif, dan lebih menguasai permainan dibanding Kamboja.
Meski tidak diperkuat beberapa pemain pilar, tak jadi persoalan bagi John Herdman. Taktik bermain luwes dan dinamis saat berjumpa Kamboja yang tidak terkurung pakem taktik di atas kertas. Semua pemain bermain cair.
Pressing tinggi, transisi cepat dan pemain bertahan dituntut kreatif dan bisa memainkan banyak peran. Hasilnya, dua pemain muda debutan Mitchell Baker dan Jens Raven mencetak gol. Juga dengan pemain bertahan Sandy Walsh
“Seperti yang sudah saya katakan, kita jalani satu per satu pertandingan, satu per satu langkah. Jadi, selangkah demi selangkah, kami tidak ingin menyia-nyiakan peluang apa pun,” kata John Herdman.
Memang langkah masih panjang. Setelah mengalahkan Kamboja, Indonesia bertandang ke Chonburi untuk menghadapi Timor Leste pada 31 Juli. Sementara laga yang diprediksi menjadi penentu berlangsung pada 3 Agustus ketika Indonesia menjamu Vietnam. Selanjutnya, Garuda akan menutup fase grup dengan menghadapi Singapura pada 7 Agustus. Dua lawan terakhir sebagai fase ujian pertama.
Turnamen ini kembali menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar Piala AFF. Sepanjang sejarah, tim Merah-Putih telah enam kali menembus partai final, tapi selalu gagal membawa pulang trofi juara. Piala AFF 2026 menjadi tantangan besar John Herdman untuk memberikan trofi pertama bagi Indonesia yang tentunya tak ingin tersemat spesialis runner-up.
Susunan Pemain:
Indonesia (3-4-3): Nadeo Argawinata; Sandy Walsh, Rizky Ridho, Shayne Pattynama (Brian Fatari 69′); Thom Haye, Ivar Jenner (Kadek Agung 45′), Mark Klok (Egy Maulana 45′), Dony Tri Pamungkas; Beckham Putra (Saddil 57′), Mitchell Lee Baker (J. Raven 57′), Eliano Reijnders.
Pelatih: John Herdman.
Kamboja (4-4-2): Kimhuy Hul; Sovann Ouk, Hikaru Mizuno, Alisher Mirzaev, Sokmeng Chea; Ty Sa, Sos Souhana, Yudai Ogawa, Devit Yem; Sieng Chantea, Samuel Bong.
Pelatih: Koji Gyotoku.
Editor: Hendy




