Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026: PSSI Minta Maaf dan Akan Evaluasi Menyeluruh

Sekjen PSSI, Yunus Nusi (kiri) bersama Menpora sekaligus Ketua PSSI, Erick Tohir. (Antara)
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Timnas Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah gagal meraih kemenangan pada laga terakhir Grup A. Skuad Garuda bermain imbang 1-1 melawan Singapura sehingga hanya mampu finis di posisi ketiga dengan tujuh poin dan tidak lolos ke babak semifinal. Hasil tersebut memperpanjang catatan Indonesia yang gagal melewati fase grup Piala AFF untuk keenam kalinya dan menjadi kegagalan beruntun setelah edisi 2024.
Kegagalan itu mendapat sorotan dari pencinta sepak bola Indonesia yang berharap skuad asuhan John Herdman mampu melangkah lebih jauh. Ekspektasi tersebut turut muncul karena Indonesia datang dengan sejumlah pemain naturalisasi seperti Mitchell Baker, Thom Haye, Eliano Reijnders, Ragnar Oratmangoen, dan Jordi Amat.
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Sekjen PSSI), Yunus Nusi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sepak bola Indonesia atas hasil tersebut. Ia yang menyaksikan langsung pertandingan di Singapura mengaku memahami kekecewaan yang dirasakan suporter setelah Indonesia gagal mencapai semifinal.
“Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna,” kata Yunus dalam rilis PSSI, dilansir Senin (10/8/2026).
Di tengah kekecewaan tersebut, PSSI juga meminta masyarakat tidak melampiaskan kemarahan kepada para pemain dan pelatih. Yunus menilai skuad Garuda tetap membutuhkan dukungan setelah melewati perjuangan sepanjang turnamen. “Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih,” tegas Sekjen PSSI.
Yunus memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah kegagalan Indonesia di Piala AFF 2026. Menurutnya, evaluasi bukan hanya dilakukan ketika timnas mendapatkan hasil buruk, tetapi menjadi bagian dari proses rutin setiap kali tim meraih kemenangan maupun mengalami kegagalan.
“Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan timnas,” ujarnya.
Proses tersebut nantinya melibatkan Ketua Umum PSSI, Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan jajaran pelatih. Yunus menyebut dirinya juga ikut terlibat dalam pembahasan untuk menilai berbagai aspek yang berkaitan dengan perjalanan timnas. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar perbaikan agar kegagalan di Piala AFF 2026 tidak kembali terulang. (Red)



