INTERNASIONAL

Gempa Dahsyat 7,4 Magnitudo Guncang Kolumbia, 132 Warga Tewas Tertimpa Bangunan Runtuh

progresifjaya.co.id, BOGOTA – Gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia yang terjadi pada Senin pagi. Sampai hari ini Selasa (11/8) terdata sedikitnya 132 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 500 warga menderita luka-luka.

Guncangan gempa yang kuat dan cukup lama itu, menyebabkan sejumlah bangunan bertingkat runtuh dan memicu kepanikan penduduk yang luar biasa. Mereka berlarian menyelamatkan diri ke luar dari hunian yang ambruk. Bahkan banyak diantara mereka tidak berpakaian dan nyaris bugil. Operasi penyelamatan pun dilakukan oleh otoritas pemerintah setempat di berbagai wilayah.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menyampaikan gempa menyebabkan kerusakan pada 1.575 bangunan. Dari jumlah tersebut, 37 rumah hancur total. Selain itu, sebanyak 61 bangunan bertingkat runtuh, sementara 18 pusat kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat komunitas, dan 18 ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah.

Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat mobilisasi serta koordinasi berbagai lembaga dalam menangani situasi darurat. Operasi penyelamatan terus dilakukan guna mencari para korban yang terjebak dalam reruntuhan.

Gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat atau 12.34 GMT. Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS), episentrum gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar, Departemen Choco. Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer.

Gempa susulan bermagnitudo 5,0 kemudian terjadi pada pukul 08.18 waktu setempat atau 13.18 GMT. Episentrum gempa susulan berada sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar yang merupakan wilayah di Departemen Choco dengan populasi sekitar 4.800 jiwa. Wilayah tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.288 meter di atas permukaan laut.

Meski gempa cukup kuat, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat tidak ada ancaman tsunami bagi California, Oregon, Washington, dan Alaska. Ancaman tsunami terhadap Provinsi British Columbia di Kanada juga tidak terdeteksi. Pihak berwenang Kolombia juga memastikan tidak ada ancaman tsunami bagi pantai Pasifik negara tersebut.

Gempa dahsyat kuat dan berdurasi cukup lama itu mengagetkan seluruh penduduknya di pagi hari Senin pagi (10/8). Warga yang baru saja melakukan aktivitas panik langsung berhamburan ke luar rumah dan bangunan hunian menyelamatkan diri. Dari video dan konten di media sosial terlihat beberapa warga ke luar rumah dengan kondisi tanpa pakaian.

“Orang-orang berlari keluar dalam keadaan telanjang, orang-orang melompat dari lantai dua rumah mereka,” demikian kesaksian Wilmer Cuesta, seorang mahasiswa di Kota Quibdo, dikutip dari AFP, Selasa (11/8).

Gempa mengguncang sejumlah kota di wilayah penghasil kopi Kolombia dan kawasan Pasifik pada Senin sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Hingga pagi ini, tercatat 111 orang dilaporkan tewas dan lebih 1.500 bangunan rusak. Masih ada sejumlah korban tertimbun reruntuhan bangunan.

Tim penyelamat dan sukarelawan terus menyisir puing-puing dengan tangan kosong dan ember untuk mencari korban selamat.

Di Cali, sukarelawan segera turun tangan menggunakan beliung, peralatan dasar, dan tangan mereka sendiri untuk mencari korban selamat. Andres Felipe Mejia, salah satu sukarelawan yang bergabung dengan tim darurat tersebut mengatakan mereka akan berusaha menyelamatkan semua orang.

“Salah satu petugas penyelamat meminta siapa pun yang terjebak untuk bersiul, dan seseorang membalas siulan tersebut,” ujarnya.

“Mereka berhasil mengeluarkan seorang pria dan seorang bayi, tetapi istrinya masih di dalam,” katanya di dekat sebuah gedung bertingkat yang rata dengan tanah.

Para penyelamat membentuk rantai manusia untuk menyingkirkan batu bata dan reruntuhan. Mereka berhenti setiap beberapa menit untuk mendengarkan tanda-tanda kehidupan dari orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan. “Banyak orang datang membawa perbekalan, makanan, membantu petugas pemadam kebakaran, membantu masyarakat,” katanya.

Pemandangan kehancuran terlihat di sejumlah kota. Perabot dan kain terjepit di antara beton, sementara dinding dan lantai terlempar ke sudut yang tidak beraturan serta kabel berserakan di jalan.

Bencana tersebut terjadi kurang dari dua bulan setelah dua gempa dahsyat mengguncang negara tetangga Venezuela. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 6.300 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Rumah sakit di lima kota di Kolombia diberlakukan siaga merah pada Senin dan jam malam diberlakukan di Cali, menurut otoritas setempat. Sedikitnya enam bandara lokal juga menghentikan operasionalnya, kata badan penerbangan sipil.

Bintang pop Kolombia, Shakira memimpin seruan untuk persatuan. “Seluruh kekuatan dan cintaku untuk tanah airku. Mari kita saling berpegangan erat,” katanya.

Otoritas memperingatkan jumlah korban tewas dapat bertambah seiring tim penyelamat melakukan pencarian di reruntuhan bangunan di sejumlah kota. Di Manizales, jurnalis AFP melihat banyak bangunan rusak, termasuk menara katedral neo-Gotik yang menjadi salah satu bangunan ikonik kota tersebut dan telah runtuh.

Dokter gigi Julian Pena sedang berada di rumahnya di Quibdo ketika merasakan guncangan gempa sangat kuat. Dia melihat banyak orang berdoa di jalan dan suasananya mencekam. “Saya berlari keluar tanpa membawa apa pun dan menemukan ratusan orang di sana,” katanya.

Gempa terasa di seluruh Kolombia, termasuk ibu kota Bogota. Kerumunan warga bergegas keluar ke jalan, sebagian masih mengenakan piyama.

Gempa yang berpusat pada kedalaman 110 kilometer (68 mil) tersebut juga terasa di negara tetangga, Ekuador dan Panama.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *