BERITA UTAMA OPINI

APBN Tanggung Utang Kopdes Rp 240 Triliun Belum Termasuk Bunga: Yang Bikin Bangkrut Pemerintah, yang Susah Rakyatnya

Ulasan: Hendy

RAKYAT mendapat kado terburuk di HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Isi kado tersebut berupa menanggung seluruh utang Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) mencapai Rp 240 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang total pembiayaan kredit Kopdes MP diperkirakan mencapai sekitar Rp 240 triliun. Dana tersebut berasal dari penyaluran kredit kepada lebih dari 80.000 koperasi desa, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3 miliar untuk setiap koperasi.

Dalam media briefing, Rabu (5/8), Purbaya menjelaskan skema pembiayaan tersebut memiliki jangka waktu enam tahun. Dengan tenor tersebut, pemerintah memperkirakan kewajiban pembayaran pokok pinjaman mencapai sekitar Rp 40 triliun setiap tahun, belum termasuk pembayaran bunga. Pembayaran angsuran perdana dijadwalkan mulai dilakukan pada September 2026.

Pajak rakyat Indonesia adalah penyumbang terbesar APBN dengan porsi mencapai sekitar 80% hingga 83% dari total pendapatan negara. Maka, program pemerintah yang memakai duit rakyat ini dinilai berpotensi menjadi pemborosan anggaran dan resiko kebocoran dana negara.

Bangunan fisik gerai Kopdes saja masih banyak yang tidak jelas alias bermasalah akibat perencanaan terburu-buru tanpa survei matang, aturan teknis yang terlambat terbit, serta pemilihan lokasi tidak strategis seperti di kaki gunung, menutupi toko lain, atau di atas fasilitas umum yang memicu kritik luas dan alih fungsi oleh warga.

Pemerintah seharusnya memprioritaskan harga pupuk, pakan ternak murah yang berdampak kepada harga pangan yang terjangkau. Jangan terlalu muluk-muluk. Banyak program berbiaya jumbo seperti makan gizi gratis tapi ujungnya terjadi kebocoran. Uang tidak kembali, negara merugi.

Lebih bermanfaat anggaran jumbo dialokasikan untuk kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan. Pastikan dulu rakyat kenyang. Pastikan juga bisa beli beras di bawah Rp 10 ribu per liter, minyak goreng Rp 10 ribu per liter, sayuran, daging, telur dan lainnya didapati dengan harga terjangkau. Janganlah seperti sekarang, belanja Rp 70 ribu cuman dapat sayuran, cabai, dan bawang saja tidak ada protein.

Anggaran jumbo itu tidak seberapa nilainya jika dibayar buat utang BPJS Kesehatan yang cuman Rp 26 triliun per tahun. Sehingga rakyat tidak akan cemas jika sakit. Karena negara mengurus orang sakit yang tidak mampu bayar. Alokasikan juga kepada guru honorer dan dunia pendidikan. Banyak sekali guru honorer hanya mendapat gaji Rp 500 ribu per bulan. Biaya pendidikan perguruan tinggi negeri sudah tidak rasional karena pihak kampus negeri diharuskan mencari biaya sendiri layaknya kampus swasta. Sangat ironi hidup di tengah sumber daya alam melimpah.

Dana kesehatan dan pendidikan dikebiri hanya untuk program nggak jelas. MBG dan Kopdes MP bukan program tetapi sudah menjadi proyek elit dengan biaya pakai uang rakyat. Indonesia itu negara yang kaya hanya saja di korupsi secara bergotong royong oleh orang-orang serakah.

Bahkan Peneliti Senior Celios, Isnawati Hidayah mengatakan bahwa utang Kopdes Merah Putih yang mencapai Rp240 triliun merupakan kado HUT RI terburuk. Isnawati lantas mengkritik hal tersebut dan menyebut utang Kopdes itu sebagai program serampangan.

Awas jangan sampai rakyat berpikiran telah menjadi tumbal lagi, semakin lama membikin kemarahan memuncak dengan berteriak yang bikin bangkrut pemerintah, yang susah rakyatnya.

Penulis adalah Wartawan Progresif Jaya

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *