Indonesia Merdeka 81 Tahun: 2024, Punya Wapres Tapi Tak Memiliki Ijazah Setingkat SMA

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti dokumen berupa ijazah, sertifikat, atau diploma setingkat SMA yang dimiliki oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tetapi menolak atau menyatakan permohonan gugatan tidak dapat diterima sehingga Gibran tidak didiskualifikasi dari jabatannya.
Polemik Gibran sekaligus Wakil Presiden RI terpilih periode 2024-2029 tidak punya ijazah SMA tapi bisa mengguncang semua lawan politik. Indonesia telah merdeka 81 tahun tetapi mengapa mempunyai wapres tanpa punya ijazah setingkat SMA?
Sebelumnya, Indonesia memiliki para Wakil Presiden Republik Indonesia dengan riwayat pendidikan yang beragam. Dari Mohammad Hatta hingga Gibran Rakabuming Raka, para wapres Indonesia datang dengan latar belakang pendidikan berbeda, mulai dari ekonomi, hukum, militer, teknik, agama, hingga manajemen.
Ada wapres yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dan meraih gelar akademik bergengsi. Ada pula yang pendidikan formalnya tidak sampai perguruan tinggi, tetapi dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pergerakan, pemerintahan, maupun dunia militer.
Berikut profil pendidikan Wakil Presiden RI dari masa ke masa:
1 Mohammad Hatta (1945-1956)
Mohammad Hatta merupakan Wakil Presiden pertama Indonesia salah satu yang paling menonjol dalam dunia pendidikan. Bung Hatta menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) dan kemudian MULO di Padang. Pendidikannya berlanjut ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Setelah itu, Hatta melanjutkan studi ekonomi ke Nederland Handelshogeschool di Rotterdam, Belanda.
2 Sri Sultan Hamengkubowono (1973-1978)
Sri Sultan Hamengkubuwana IX memiliki latar belakang pendidikan yang banyak bersentuhan dengan sistem pendidikan pada masa kolonial. Ia menempuh pendidikan di ELS Yogyakarta dan HBS Semarang, kemudian melanjutkan pendidikan di HBS Bandung. Setelah itu, Sri Sultan melanjutkan studi ke Universiteit Leiden di Belanda. Di sana ia mempelajari bidang ekonomi dan indologi.
3 Adam Malik (1978-1983)
Adam Malik menempuh pendidikan di Sekolah Partikelir Tjikini dan Madrasah Islamiyah di Pematangsiantar. Adam Malik dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam dunia pergerakan nasional, kewartawanan, hingga kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Indonesia.
4 Umar Wirahadikusumah (1983-1988)
Umar Wirahadikusumah menempuh pendidikan dasar dan menengah di Bandung. Ia menyelesaikan pendidikan di HIS dan MULO. Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke dunia militer. Pendidikan dan pengalaman militer tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Umar hingga menduduki posisi strategis di Angkatan Darat.
5 Sudharmono (1988-1993)
Sudharmono memiliki latar belakang pendidikan hukum. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jawa Timur. Setelah itu, Sudharmono melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM). Latar belakang hukum dan militer tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di pemerintahan.
6 Try Sutrisno (1993-1998)
Try Sutrisno dikenal sebagai wapres yang memiliki latar belakang militer kuat. Ia menyelesaikan pendidikan umum hingga SMA Bagian B pada 1956. Setelah itu, Try melanjutkan pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD). Pendidikan tersebut kemudian mendukung karier militernya hingga mencapai posisi Panglima ABRI sebelum akhirnya menjadi Wakil Presiden RI.
7 BJ Habibie (1998)
B.J. Habibie menjadi salah satu wapres dengan perjalanan akademik yang sangat menonjol. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Kristen Dago, Bandung, Habibie melanjutkan pendidikan di bidang teknik. Ia sempat menempuh pendidikan di ITB sebelum melanjutkan studi ke Technische Hochschule Aachen, Jerman. Di Jerman, Habibie mendalami teknik penerbangan dan kemudian meraih gelar insinyur serta doktor atau Dr.-Ing.
8 Megawati Soekarnoputri (1999-2001)
Megawati Soekarnoputri menempuh pendidikan menengah di Perguruan Cikini, Jakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Megawati juga sempat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI). Namun, pendidikan tingginya tidak sampai selesai. Perjalanan Megawati kemudian lebih banyak dikenal melalui kiprahnya di dunia politik hingga menjadi Wakil Presiden dan Presiden RI.
9 Hamzah Haz (2001-2004)
Hamzah Haz memiliki latar belakang pendidikan agama sekaligus ekonomi. Ia menempuh pendidikan hingga Madrasah Aliyah di Ketapang, Kalimantan Barat. Setelah itu, Hamzah Haz melanjutkan pendidikan di Akademi Koperasi Negara di Malang. Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dan meraih gelar sarjana.
10 Jusuf Kalla (2004-2009) dan (2014-2019)
Jusuf Kalla menjadi salah satu tokoh yang dua kali dipercaya sebagai Wakil Presiden RI, yakni pada periode 2004–2009 dan 2014–2019. Pendidikan menengahnya ditempuh di SMA Negeri 3 Makassar. Setelah itu, Kalla melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia juga tercatat menempuh pendidikan di Asian Institute of Management (AIM) di Manila, Filipina.
11 Boediono (2009-2014)
Boediono memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang ekonomi. Ia menempuh pendidikan di Indonesia sebelum melanjutkan studi ke University of Western Australia. Dari kampus tersebut, Boediono memperoleh gelar Bachelor of Commerce. Pendidikannya berlanjut ke Monash University dan meraih Master of Economics. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral bidang ekonomi di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
12 Ma’ruf Amin (2019-2024)
Ma’ruf Amin memiliki perjalanan pendidikan yang kuat dalam bidang agama. Ia menempuh pendidikan dasar di Tangerang dan kemudian melanjutkan pendidikan di Pesantren Tebuireng, Jombang. Setelah itu, Ma’ruf Amin melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.
13 Gibran Rakabuming Raka (2024-sekarang)
Gibran Rakabuming Raka merupakan Wakil Presiden RI yang menjabat sejak 2024. Riwayat pendidikannya belakangan menjadi sorotan setelah muncul gugatan yang mempertanyakan pemenuhan syarat pendidikan dalam pencalonan Pilpres 2024. Gibran menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama di Surakarta. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Orchid Park Secondary School, Singapura. Pendidikannya kemudian berlanjut ke UTS Insearch di Sydney, Australia. Lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai riwayat pendidikan Gibran.
Latar Pendidikan Berbeda
Latar belakang Pendidikan akademik para wapres sebelumnya sangatlah berbeda-beda. Ada yang memiliki gelar doktor dari universitas luar negeri seperti B.J. Habibie dan Boediono. Ada yang kuat di bidang militer seperti Umar Wirahadikusumah dan Try Sutrisno. Ada pula yang memiliki latar belakang agama seperti Ma’ruf Amin.
Kini, riwayat pendidikan Gibran menjadi bagian yang kembali mendapat perhatian publik setelah putusan MK. Perkara tersebut sekaligus membuat perjalanan pendidikan para Wakil Presiden RI dari masa ke masa menarik untuk dilihat kembali.
Sementara itu, tingkat pengangguran semakin tinggi. Lulusan perguruan tinggi atau sarjana bahkan yang bertitel S3 pun sulit mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki. Sedangkan pelamar kerja setingkat SMA selalu menunjukkan ijazah aslinya ke HRD. Bahkan sampai ada perusahaan yang menahan ijazah aslinya. (Red)



