BERITA UTAMA NASIONAL

Mahasiswa Siapkan Aksi Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Besok 20 Oktober Turun ke Jalan

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang jatuh pada Selasa, 20 Oktober 2026 akan diperingati dengan aksi turun ke jalan. BEM Universitas Indonesia (BEM UI) mengkonfirmasi akan menggelar demonstrasi besar bersama koalisi mahasiswa dan masyarakat sipil.

“BEM UI akan turun aksi besok. Pasti akan bersama dengan universitas lain dan koalisi masyarakat sipil lainnya juga,” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, Senin (19/10/2026).

Titik kumpul aksi di Jakarta dipusatkan di dua lokasi yaitu Tugu Tani, Jalan Raya Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat Kedua titik ini akan menjadi tempat konsolidasi sebelum massa menyampaikan aspirasi.

Polisi memetakan 12 ruas jalan yang berpotensi padat imbas aksi ini, yakni,  Jalan Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Barat, Majapahit, Abdul Muis, Budi Kemuliaan, H Fachrudin, MH Thamrin, Medan Merdeka Timur, Perwira, MI Ridwan Rais, Menteng Raya, dan Kebon Sirih.

TMC Polda Metro Jaya menyebut rekayasa lalu lintas akan diterapkan situasional.

Tidak hanya di Jakarta, gelombang aksi juga merambat ke daerah. Di Medan, Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) menyiapkan 500 peserta. Aksi dari Taman Kebun Bunga menuju DPRD Sumut dan Lapangan Merdeka. Di Gowa, Sulawesi Selatan, HMI Cabang Gowa Raya melayangkan ultimatum dan siap aksi 20 Oktober.

Sebelumnya BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB sudah konsolidasi di Yogyakarta dan merilis pernyataan “Nestapa Indonesia”. Rumusan tuntutan resmi masih disusun. BEM UI sebelumnya membuka penjaringan aspirasi publik dengan tagline “Bantu Kami Susun Tuntutan Rakyat!”

Arah aksi besok mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga pangan, daya beli, PHK, arah anggaran negara, isu lingkungan karhutla, hingga tata kelola dan demokrasi.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menegaskan aksi ini bukan sekadar evaluasi. “Dua tahun pemerintahan yang gagal untuk apa di evaluasi? Kita bergerak karena sudah tidak ada harapan. Kedaulatan rakyat direbut oleh penguasa dapat dilihat dari segala ironi dan penindasan di berbagai daerah. Jadi kita bergerak atas dasar ingin rakyat berdaulat juga,” tegas Athof, sapaan karib Yatalathof.

Buruh Pilih Tidak Ikut Demo

Berbeda dengan mahasiswa, koalisi buruh justru menahan diri. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyebut Koalisi Buruh Pendukung Prabowo-Gibran (KBPBI) tidak akan aksi pada 20 Oktober karena tanggal itu terlalu rawan. Mereka akan isi dengan bakti sosial. Mahasiswa juga diingatkan untuk waspada potensi penyusupan kelompok anarko yang bisa memicu kericuhan.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *