PROGRESIF JAYA

suara kita bersatu

BERITA UTAMA NASIONAL

Tidak Ada Kebutuhan Dasar Hidup yang Dijamin Pemerintah

Perwakilan Aliansi Ibu-ibu Indonesia, Annette Mau. (Foto: Tangkapan Layar)

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Sebuah video wawancara dengan seorang ibu-ibu peserta aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10) lalu, viral di media sosial. Perempuan yang diketahui bernama Annette Mau, perwakilan Aliansi Ibu-ibu Indonesia, menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi sosial saat ini.

Saat ditanya “Apa masalah yang paling dirasakan masyarakat saat ini?”, ia menjawab lugas, “Tidak ada kebutuhan dasar hidup yang dijamin pemerintah.”

Video yang diunggah akun @maknatalks itu direkam di tengah keramaian aksi dengan latar Tugu Selamat Datang, dan telah ditonton ratusan ribu kali.

beberapa poin ia lontarkan terhadap kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak ada jaminan hidup bagi rakyat.

Pertama, ia menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah. “Merauke, Sumatera, Palembang, Pekanbaru, Toraja, sampai kuburan leluhur juga kena bakar. Pemerintah tidak bisa menjamin udara bersih,” ujar Anne lantang.

Kemudian ia mengungkapkan lingkungan yang tercemar oleh aktivitas masih pertambangan. “Sungai-sungai tercemar semua oleh tambang,” katanya.

Kemudian soal pendidikan dan kesejahteraan guru. “Gurunya miskin. Duit dana pendidikan jadi MBG. Sekolah-sekolah pada butut. Kebutuhan dasar pendidikan mana yang dijamin?” tanya Anne lagi.

Masalah kesehatan yang mana ia mengaitkan dengan kasus keracunan dan layanan BPJS. “Orang diracun tiap hari, diracun MBG, diracun asap. Kesehatannya, BPJS juga sekarang makin dibatasi dan makin diperkecil,” sebutnya.

Pernyataan ini sejalan dengan keluhan PB IDI pada 24 Oktober lalu yang menyebut ada pembatasan kuota tindakan medis dan penundaan klaim hingga membutuhkan subsidi Rp 50 Triliun.

Ia juga mengungkapkan rasa aman dan ruang bersuara di ruang publik. Saat aparat terlihat berjaga, ia menegaskan, “Ini ruang publik, ruang publik, uang publik. Kita berhak di sini untuk bersuara. Kita mau berserikat, berkumpul itu hak kita sebagai bangsa.”

Poin terakhir ia menyoroti persoalan ekonomi yang sangat membebani rakyat. “Bursa kita udah acak-acakan, sudah mau masuk stand alone. Nilai tukar rupiah ke dolar sudah 18 ribu, harga-harga naik nggak ketulungan. Janji 19 juta lapangan pekerjaan nggak ada,” katanya lagi

Di akhir wawancara, ia mempertanyakan fungsi pemerintah “Kebutuhan dasar hidup mana yang bisa dijamin pemerintah? Nggak ada. Terus fungsinya pemerintah ngapain? Nggak usah punya pemerintah kita, kita mengatur diri kita sendiri saja. Kan mereka hidup dari pajak kita. Pajak kita untuk dikembalikan kepada kita,” tegasnya mengakhiri pembicaraan.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *