OLAHRAGA

Pangandaran Gelar Kejurnas Balap Sepeda Jalan Raya 2026

Kejurnas Balap Sepeda Jalan Raya Indonesia 2026 dilangsungkan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

progresifjaya.co.id, PANGANDARAN – Gelaran Indonesia Road National Championship 2026 atau Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda Jalan Raya Indonesia 2026 dilangsungkan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai dari Kamis, 18 Juni 2026 hingga Minggu, 21 Juni 2026. Gelaran ini diadakan oleh Federasi Balap Sepeda Indonesia (ICF). Sebanyak 456 atlet dari 25 provinsi turun berkompetisi di 4 format balap berbeda dengan 8 kategori untuk memperebutkan gelar nasional.

Gelaran kejuaraan nasional ini total memperebutkan 96 medali, terdiri dari 32 emas, 32 perak, dan 32 perunggu.

Untuk titik start dan finish, gelaran ini mengambil pusat di Alun-Alun Paamprokan, yang lokasinya berada di area pintu selatan kawasan Grand Pangandaran. Jalur lintasan sepeda juga dirancang menarik karena mengkombinasikan keindahan tata kota modern dan pesona alam khas Pangandaran.

Setelah dilepas dari garis start di Paamprokan, para pembalap langsung memacu sepeda mereka melintasi jalanan di dalam kawasan Grand Pangandaran yang luas dan tertata rapi. Setelah keluar dari area kawasan tersebut, barulah para atlet akan menyusuri rute pesisir pantai yang menantang, ikonik, sekaligus juga memanjakan mata. Mulai dari area Pantai Batu Hiu, Pantai Batukaras, Pantai Madasari, hingga melintasi kawasan eksotis Green Canyon.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama ICF (Indonesian Cycling Federation) serta ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) Jawa Barat ini juga menjadi sebuah batu loncatan untuk Pangandaran agar semakin dipercaya dan rutin untuk memegang event-event besar di masa mendatang.

Kanit Regident Satlantas Polres Pangandaran, Ipda Harry Santoso dalam pernyataannya mengatakan, Kasat lantas Pangandaran, AKP Firman Hidayat Pinim sebagai panglima lapangan terjun langsung untuk memimpin pengawalan dan pengamanan kegiatan ini.

Pengawalan gelaran ini dilakukan dengan empat pola sistem sweeper. Pertama adalah kawal pembuka , kawal sweeper tahap 2, kawal sweeper penyapu ke 3 dan kawal moge BM.

Pengawalan sweeper dimaksud adalah kendaraan atau petugas penutup dan pembuka jalan yang bertugas mengamankan iring-iringan konvoi, menyapu barisan agar tidak ada peserta yang tertinggal, serta memberikan peringatan kepada pengguna jalan lain.

“Polres Pangandaran menerjunkan 250 personel untuk pengamanan pengawalan, rekayasa lalu lintas serta floating di titik krusial seperti perempatan dan pertigaan jalur jalan provinsi. Juga rekayasa buka tutup, one way, countra flow berjangka atau jeda waktu  serta  pemasangan rambu atau spanduk selama gelaran,” kata Ipda Harry.

Dan selama tiga hari penyelenggaraan, hanya terjadi tiga kecelakaan ringan akibat human error antaratlet.  Pertama akibat saling mendahului, kemudian di turunan serta di tikungan. Selebihnya terkondisikan aman 86.

Penulis/Editor: Bembo

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *