BERITA UTAMA NASIONAL TRENDING

Dijuluki ‘Ceboker’ Sejati:  Klarifikasi Kepala Bakom M Qodari Dirujak Warganet

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (52) yang mencoba klarifikasi pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai pengupas bawang dapat upah Rp 700 ribu/kg via media sosial, dirujak warga net. Ratusan komentar pedas netizen berseliweran di platform X, Instagram dan Facebook membalas klarifikasi Qodari.

Semula Kepala Bakom Pemerintah itu hanya menulis presiden; “itu salah baca saja, di teksnya sebetulnya 700/kg, gak mungkin dong segitu dan gak masuk akal juga 700ribu/kg, itu murni sisi manusiawi pasti ada kesalahan, saya kira siapapun pidato 2-3 jam pasti ada selip lah,” kata Qodari dikutip Portal Islam, Senin (17/8).

Atas klarifikasi itu, para netizen langsung menyerbu postingan Qodari dengan kalimat-kalimat yang menohok dan bahkan mencibir. Seperti @sutanrenoirawan menulis: Pekerjaan asli cuci ompreng MBG dan tukang jahit. Pidatonyo tukang kupas bawang. Itu jauh banget lho. Dan itu bukan salah baca lagi.  Tapi lebih tepatnya ngelantur.

Kemudian @okkymadasari menulis; Dari 700 rupiah ke 700 ribu rupiah untuk upah ngupas bawang itu bukan salah ucap, bukan kesalahan sepele pula. Ya memang sudah gak ketolong aja disconnected/gak nyambung nya sama realitas. Kayak gitu, sok-sokan mau bikin kebijakan atas nama orang miskin.

Yang paling menampar ‘muka’ Qodari ucapan netizen dengan akun @malika6027 yang menulis “Ceboker sejati” tanpa menjelaskan makna tulisannya itu.

Kemudian ada menggelitik dari akun @dayatpiliang yang berkomentar; Gong banget itu dari tukang kupas bawang bayaran Rp700.000/kg, ternyata aslinya penjahit yang diupah Rp700/kg. Ini bukan slip of the tongue, tapi memang tidak memahami dan tidak mendalami materi pidato yang sudah dipersiapkan oleh tim. Padahal, website Komdigi dan video Bakom RI bahkan jelas-jelas meliput siapa ibu Susanah ini.

Masih banyak netizen yang menumpahkan komentarnya dengan kalimat-kalimat kurang pantas dan bisa menyinggung pejabat di lingkaran presiden. Oleh karenanya komen-komen yang bernada merendahkan tidak dapat ditayangkan, meski dengan suntingan tajam.

Seperti diberitakan, Presiden Prabowo Subianto mengenalkan beberapa penerima bantuan dari pemerintah dalam pidatonya di Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR/DPR RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Salah satunya adalah ibu Susana dari Bogor, Jawa Barat.

Prabowo memperkenalkan ibu beranak tiga itu kepada ratusan anggota DPR RI sebagai buruh harian pengupas bawang yang disebut mendapatkan upah sebesar Rp700 ribu per kilogram. “Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo.

Semua hadirin yang terdiri dari anggota DPR, DPD, para menteri dan pejabat tinggi lainnya tidak ada yang mengingatkan mendengar ucapan janggal presiden mengenai upah pengupas bawah Rp 700.000/kilogram. Mereka hanya terdiam saja seolah angin lalu. Termasuk Susanah yang berdiri memperkenalkan diri saat namanya disebut presiden.

Salah ucap dari orang nomor satu di Indonesia sesungguhnya fatal, meski oleh Qodari disebut hanya salah baca. Tapi pubik, tidak mengira begitu. Mereka menganggap ucapan pemimpin itu benar dan dapat dipercaya, meski sering ‘kepleset’ atau selip lidah.

Buktinya, ada berbagai laporan menyebutkan, ratusan ribu TKI di luar negeri akan pindah ke Brebes —penghasil bawang terbesar di Indonesia. Ini artinya banyak juga yang tergiur menjadi pekerja pengupas bawang, karena jika sekilo Rp 700 ribu, maka jika 10 kilo sehari dapat Rp 7 juta/hari sebulan berarti dapet Rp 210 juta dan langsung melonjak masuk desil 10.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *