Melalui Antam Emergency Response Program, PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor Bogor Perkuat Kesigapan Bencana

progresifjaya.co.id, BOGOR — PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Bogor terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran melalui pelatihan penanggulangan bencana dan rescue bagi para karyawan.
Menyadari Indonesia terletak di antara dua samudera dan dua benua yang beresiko mengalami hazard, seperti gempa bumi, letusan gunung api, hingga banjir karena faktor iklim makro wilayah kepulauan. Oleh sebab itu, Antam melatih, membekali, serta membangun motivasi dan karakter yang kuat pada tim ini. Dengan demikian, kapan pun dan di mana pun, Antam siap melakukan tanggap darurat bencana.
Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, PT Antam menggandeng Basarnas sebagai mentor. Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya membekali seluruh karyawan agar mampu melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan perusahaan, maupun di wilayah lain di seluruh Indonesia.
GM CSR PT Antam, Arif Rahman, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat.
“Secara berkelanjutan kami melakukan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran dengan menggandeng Basarnas sebagai mentor. Seluruh karyawan dibekali kemampuan agar dapat menangani kondisi awal ketika terjadi kebakaran di wilayah Antam maupun kesigapan dalam membantu daerah yang terkena musibah seperti baru-baru ini gempa di NTT,” ujar Arif Rahman.

Selain aspek keselamatan dan kesiapsiagaan bencana, PT Antam juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program tersebut antara lain budidaya perikanan, ayam petelur, serta pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan perekonomian dan potensi ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Arif menjelaskan, perusahaan juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
“Kami juga fokus terhadap RTLH dengan target 25 unit. Alhamdulillah, target tersebut sudah terpenuhi. Minimal program ini dapat mengurangi beban masyarakat yang kondisi ekonominya masih di bawah rata-rata,” jelasnya.
Menurut Arif, bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan juga menjadi bagian dari perhatian PT Antam. Salah satunya melalui dukungan kepada para guru honorer atau pendidik non-ASN.
“Kami juga memprioritaskan pendidikan, sosial, dan keagamaan, serta membantu guru honorer. Harapannya dapat meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat bagi para pendidik non-ASN,” tegas Arif.

PT Antam, lanjut Arif, juga terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk pemerintah dan masyarakat. Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pengembangan destinasi wisata serta dukungan terhadap kegiatan pemerintah.
“Kami terus bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk dalam membangun destinasi wisata dan mendukung kegiatan kearipan lokal dan semua destinasi tersebut telah terangkum dalam sebuah buku,” ungkapnya.
Ia menambahkan, wilayah Bogor memiliki nilai sejarah tersendiri yang turut menjadi bagian dari pengembangan potensi wisata dan kebudayaan daerah, termasuk sejarah terkait pusaka Merah Putih yang dikaitkan dengan peninggalan kerajaan.
Sementara itu, dalam bidang pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PT Antam juga membina budidaya maggot di dua desa, yakni Kampung Nanggung dan Neglasari. Program tersebut telah berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari program binaan perusahaan.
“Budidaya maggot ada di dua desa, yaitu Nanggung dan Kalong liyut Semuanya berada dalam binaan PT Antam Tbk dan sudah berjalan secara kontinu. Kami akan selalu memperhatikan masyarakat sekitar melalui program CSR,” pungkas Arif Rahman. (Mus)



