EKONOMI & BISNIS HUKUM & KRIMINAL

Lapas Indramayu Pasarkan Hasil Panen Hidroponik ke Toserba Yogya, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

progresifjaya.co.id, INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian hidroponik. Kali ini, hasil panen berupa sayuran segar berhasil dipasarkan ke Toserba Yogya Indramayu, Jumat (2/10/2026).

Dalam kegiatan pemasaran tersebut, Lapas Indramayu mendistribusikan sebanyak 6 kilogram selada dan 3 kilogram pakcoy hasil budidaya hidroponik yang dikelola di lingkungan lapas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan sekaligus upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui sektor pertanian.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan bahwa program pertanian hidroponik merupakan salah satu bentuk komitmen lapas dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

“Program pertanian hidroponik ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan pembinaan di dalam lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima oleh masyarakat,” ujar Aramichi.

Ia menambahkan, keberhasilan memasarkan hasil panen ke Toserba Yogya menjadi salah satu indikator bahwa produk hasil pembinaan warga binaan memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil panen berupa 6 kilogram selada dan 3 kilogram pakcoy kali ini telah berhasil dipasarkan ke Toserba Yogya Indramayu. Ini menjadi salah satu bukti bahwa hasil pembinaan warga binaan memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Proses budidaya dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga masa panen, dengan pengawasan petugas guna memastikan kualitas hasil produksi.

Sebelum dipasarkan, seluruh hasil panen terlebih dahulu melalui tahapan penyortiran, penimbangan, dan pengemasan. Selanjutnya, produk didistribusikan kepada pihak Toserba Yogya melalui mekanisme kerja sama yang telah berjalan.

Lebih lanjut, Aramichi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian hidroponik agar semakin produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian hidroponik ini agar semakin produktif, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, pengalaman, serta bekal kemandirian yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap pembinaan kemandirian tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga mampu melahirkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Penulis/Editor: Eka

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *