Kombes Pol Iwan Saktiadi: “Saya Ingin Anak Buah Bernaluri Singa Melayani Masyarakat dengan Sence of Crisis”

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi saat memberikan arahan ke jajarannya di halaman Gedung Ditlantas Polda Jatim
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Gaya komunikasi yang eksentrik diperlihatkan Dirlantas Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Iwan Saktiadi saat menyampaikan arahannya ke segenap jajaran di halaman Gedung Ditlantas Polda Jatim, Rabu, (15/10) kemarin. Saat penyampaian pesannya kala itu, perwira melati tiga berzodiak Libra dari Batalyon Parama Satwika Akpol 1998 ini terlihat coba mengefektifkan makna arahannya itu dengan analogi singa. Sepenuhnya memakai kesepadanan kata singa di narasi sebagai poin utama. That’s good a smart choice.
Hal yang sama juga ternilai dari pemilihan pola straight to point sebagai gaya penyampaiannya kemarin. Jujur, terlihat efektif buat dipahami. Sederhana di telinga. Namun dalam di hati. Sampai-sampai penulis juga ikut terbawa suasana buat serius mendengarkan arahan yang ditayangkan oleh akun Instagram Ditlantas Polda Jatim itu.
“Analog arahan saya ini adalah singa dan kambing. Jangan juga singa-singa ini dipimpin seekor kambing. Naluri Anda nanti mati. Saya ingin anak buah saya ini punya nyali. Punya preferensi yang positif terhadap segala sesuatu hal. Saya tidak ingin membatasi ruang gerak dan kreativitas Anda. Kalian semua punya potensi yang luar biasa. Munculkanlah potensi kalian semua,” kata Kombes Pol Iwan Saktiadi coba ‘menyuntik’ moral jajarannya di awal arahan.
“Saya ingin organisasi saya itu besar. Saya adalah singa, jadi saya hanya mau memimpin para singa. Orang-orang dengan naluri singa,” sambungnya lagi.
Dijelaskannya, seekor singa memiliki tipikal selalu fokus pada sasaran saat bekerja. Jika tengah mengejar target buruannya yang diumpamakan seekor kambing, target tersebut tak kan pernah dilepas hingga dapat. Dan jika target sudah didapat, si singa tak kan mau untuk berpaling ke target yang lain.
Tipikal inilah yang diharapkan Kombes Pol Iwan Saktiadi juga terpatri di jiwa seluruh anak buahnya du Ditlantas Polda Jatim. Selalu fokus bekerja untuk mencapai target yang dicanangkan, juga terus membangun teritori untuk membesarkan organisasinya.
“Saya mau kalian terus produktif dan menjaga integritas organisasi dengan naluri singa. Organisasi kita akan menjadi luar biasa terlihat oleh masyarakat karena terus berkembang dan membesar,” ujarnya lagi menyampaikan motivasi.
“Sikap-sikap baik kita sebagai Polri juga terus dihadirkan ke tengah masyarakat sebagai pelayan dan pengayom. Karena kita ini merupakan sosok terdepan yang mewarnai rumah besar Polri,” tambahnya.
Diingatkan juga, meski sangat diharapkan bernaluri singa, para personel Ditlantas Polda Jatim juga diminta untuk tak pernah lupa untuk memfigurkan diri sebagai pelayan masyarakat yang punya sifat sense of crisis. Pasalnya, sifat ini adalah bagian dari kemampuan anggota Polri yang dituntut untuk selalu bisa mengantisipasi, menganalisis, dan merespons secara cepat serta efektif satu situasi yang tidak biasa, dan juga di luar prosedur standar.
“Kita adalah pelayanan masyarakat yang harus selalu bisa bersikap dan bertindak ramah, sopan dan santun. Tapi di satu situasi genting yang mengancam keamanan masyarakat, kita juga harus bisa bertransformasi cepat sebagai penjaga dan pelindung masyarakat. Tak ubahnya seperti seekor induk singa yang selalu melayani dan menjaga anak-anaknya,” jelasnya lagi seraya memasukkan majas simile sebagai penegasan pesannya. (Bembo)



