Dirlantas Polda Metro Jaya: “Jalan Bolong Akibat Banjir Jadi Satu dari Empat Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas”

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Langit Jakarta yang terlihat begitu aktif belakangan ini sudah membuat area Ibu Kota terselimuti cuaca hujan ekstrem. Volume air hujan ekstrem di atas 150 mm atau setara 8 galon air per 𝑚2 berbanding terbalik dengan ketersediaan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jakarta yang cuma 5,18% untuk penyerapan. Jauh di bawah amanat undang-undang yang mewajibkan 30% (20% publik, 10% private). Jadinya Jakarta pun tergenang banjir di mana-mana.
Harus diakui, efek dari musibah ini memang sudah melahirkan satu pekerjaan dengan kategori super besar buat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Dan penanganan penyelesaiannya pun bersyarat. Harus di kategori yang selevel: juga super cepat. Soalnya ada banyak titik jalan di Jakarta yang bolong alias berlubang akibat kelamaan kerendam banjir.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin dalam penjelasan cerdasnya memaparkan, pemahaman pekerjaan super besar karena ada banyak titik jalan bolong akibat banjir adalah satu dari 4 faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Tiga faktor lainnya lagi adalah manusia (humas error), kendaraan, dan cuaca. Dalam analisisnya, faktor jalan bolong akibat banjir juga berpotensi besar jadi biang kerok kemacetan.
Diteruskannya, terhadap pekerjaan super besar ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki dan menutup lobang jalan yang menganga. Keselamatan para pengendara adalah prioritas yang harus didahulukan.
“Jujur aja, jalan yang bolong itu secara teknis berpotensi terhadap gangguan. Dari perlambatan atau kemacetan, hingga kecelakaan jadi salah satu penyebab dengan intensitas yang rutin. Jadi harus terus dikoordinasikan kepada instansi terkait untuk perbaikan,” ujar pria pemilik zodiak Gemini kelahiran Jakarta, 2 Juni 1975 ini.
Ditlantas Polda Metro Jaya juga
punya catatan 27 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya akibat jalan berlubang sepanjang musim hujan Januari 2026.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani.
“Kcelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang ada 27 kejadian, terhitung dari 1 Januari hingga 28 Januari 2026. Korbannya satu orang meninggal dunia, delapan luka berat dan 18 luka ringan,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, Kamis, 29 Januari 2026.
Terhadap hal ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta sudah mencatat ada 1.383 titik jalan yang bolong atau berlubang akibat banjir di seluruh wilayah Jakarta. Penanganan perbaikan sudah dilakukan sejak 11 hingga 21 Januari 2026.
Penanganan tersebut dilakukan oleh Satuan Pelaksana Bina Marga mulai di tingkat kecamatan, suku dinas, serta dinas.
“Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan diperbarui seiring proses verifikasi di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Turut dijelaskannya juga, berbagai langkah mitigasi sudah dilakukan juga untuk meminimalkan risiko bagi pengendara. Satpel Bina Marga di kecamatan, suku dinas, serta satgas pasukan kuning digerakkan cepat untuk melakukan pemantauan.
Setiap jalan yang ditemukan butuh perbaikan langsung ditangani agar tidak mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Penanganan penambalan lubang jalan ini jadi langkah sementara dan darurat karena menyesuaikan kondisi cuaca yang belum menentu. (Bembo)



