Waspada Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Kementerian Haji Himbau Jemaah Perbanyak Minum Air Putih dan Ikuti Arahan Petugas

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius bagi jemaah calon haji asal Indonesia. Kondisi suhu yang tinggi, terutama di Makkah dan Madinah, mengharuskan jemaah untuk lebih waspada serta melakukan berbagai persiapan guna menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
Berdasarkan data Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, suhu di Makkah diperkirakan berkisar antara 35 hingga 37 derajat Celsius, sementara di Madinah berada di kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius pada periode akhir April hingga awal musim haji. Suhu yang tinggi ini berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan, seperti dehidrasi, kelelahan, hingga sengatan panas (heat stroke) yang dapat menyebabkan gejala serius seperti pusing, mual, bahkan penurunan kesadaran.
Selain itu, paparan panas berkepanjangan juga dapat memicu kram otot akibat kehilangan cairan tubuh serta menyebabkan kulit kering hingga pecah-pecah. Kondisi ini semakin berisiko bagi jemaah yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, terutama saat menjalankan rangkaian ibadah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha mengimbau jemaah untuk menjaga stamina dengan memperbanyak konsumsi air putih serta mengikuti arahan petugas selama di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa kondisi cuaca yang panas menuntut jamaah untuk lebih disiplin dalam menjaga kesehatan tubuh.
Untuk mengantisipasi dampak cuaca panas, jemaah disarankan menggunakan tabir surya sebelum beraktifitas, mengenakan pelindung seperti kacamata hitam, topi atau payung, serta membawa kipas saat berada di luar ruangan.
Selain itu, penggunaan pelembap kulit, pembatasan aktifitas di siang hari, serta konsumsi vitamin dan makanan bergizi juga menjadi langkah penting. Jemaah juga dianjurkan menghindari kafein, serta menyiapkan semprotan air atau handuk basah guna membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Editor: Hendy



