Asosiasi Pengelola Dapur MBG Wilayah 3T Memandang Pergantian Kepala BGN Momentum Percepatan Implementasi Program di Lapangan

Ketua Umum Asosiasi Dapur MBG Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) Indonesia, Onesimus Djong, SH., MH.,
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Asosiasi Pengelola Dapur MBG 3T Indonesia memandang pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah yang wajar dan diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Ketua Umum Asosiasi Dapur MBG Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) Indonesia, Onesimus Djong, SH., MH., menyatakan, sebagai organisasi yang menaungi para pengelola dan investor dapur MBG di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), kami melihat bahwa pergantian kepemimpinan ini harus menjadi momentum percepatan implementasi program di lapangan.
“Selama berbulan-bulan, banyak investor dan pengelola dapur MBG 3T telah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk pembangunan sarana dan prasarana dapur, perekrutan tenaga kerja, serta persiapan operasional lainnya. Namun hingga saat ini, sebagian besar dapur yang telah siap tersebut belum juga memperoleh kepastian untuk mulai beroperasi,” ujar Onesimus Djong dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (3/6).
Menurutnya, kondisi ini tentu menimbulkan beban ekonomi bagi para investor dan pengelola yang telah menunjukkan komitmen mendukung program strategis pemerintah. Oleh karena itu, kata Onesimus Djong, kami berharap pimpinan BGN yang baru dapat segera melakukan pembenahan, percepatan verifikasi, penyelesaian hambatan birokrasi, serta memberikan kepastian jadwal operasional bagi dapur-dapur MBG 3T yang telah siap menjalankan tugasnya.

“Kami berharap pergantian kepemimpinan di BGN tidak hanya menjadi pergantian figur semata, tetapi harus diikuti dengan perubahan pola kerja yang lebih cepat, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta para mitra pelaksana di lapangan. Dapur-dapur MBG 3T yang telah siap tidak boleh terus dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” katanya menegaskan.
Kembali ia menegaskan bahwa Asosiasi Pengelola Dapur MBG 3T Indonesia tetap mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
“Dukungan kami tidak pernah berubah. Yang kami harapkan adalah adanya kepastian, percepatan, dan keberpihakan terhadap para mitra yang selama ini telah berinvestasi dan menunggu realisasi program tersebut,” katanya menyebutkan.
“Kami optimistis dengan adanya kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional, berbagai kendala yang selama ini terjadi dapat segera diselesaikan sehingga dapur-dapur MBG 3T di seluruh Indonesia dapat beroperasi, membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat,” ujar Onesimus Djong optimis.
Penulis: Arfandi Tanjung



