Miris, Juru Parkir Lansia Selamatkan Rp 3,6 M dari Rampok Pecah Kaca Mobil Hanya Diberi Uang Terima Kasih Rp 100 Ribu

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Viral di media sosial tentang seorang nenek juru parkir bernama Kusriaty (65) menggagalkan aksi rampok pecah kaca mobil di Jalan Achmad Yani, Brebes, Jawa Tengah. Duit Rp 3,6 miliar yang nyaris dibawa kabur orang tak dikenal (OTK) berhasil diselamatkan karena sang nenek yang melihat kejadian itu berteriak histeris, hingga penjahat tersebut panik dan kabur tanpa membawa hasil jarahannya.
Cuma yang bikin miris, lansia yang berhasil menggagalkan aksi penjahat itu hanya diberi Rp 100 ribu saja. Padahal duit Rp 3,6 miliar sempat tercecer di jalan, setelah rampok itu akhirnya gagal membawa kabur uang tersebut.
Yang lebih miris lagi, uang Rp 100 ribu yang diberikan sebagai ucapan terima kasih dibagi empat kepada 2 juru parkir lain dan seorang tukang ojeg yang ada di situ. Jadi masing-masing hanya mendapat Rp 25 ribu.
“Benar-benar keterlaluan pemilik duit itu. Masak cuma dikasih seratus ribu. Padahal duit yang diselamatkan miliaran,” ujar beberapa warga net mengomentari pemberian pemilik uang.
Nenek Kusriyati memang sehari-hari jadi juru parkir liar yang mengatur kendaraan sambil nyambi menjual minuman, di Jalan Ahmad Yani Brebes. Pada saat itu sang nenek melihat seorang pria memecahkan kaca mobil Pajero Sport warna hitam yang tengah parkir. Spontan dia berteriak pencuri beberapa kali, hingga terdengar masyarakat di situ dan membuat panik lelaki pemecah kaca mobil itu.
Padahal, bungkusan kresek plastik yang berisi duit Rp 3,6 miliar sudah digenggam dan dibawa ke luar kendaraan. Namun melihat orang-orang yang berkumpul, bungkusan terlempar dan duitnya tercecer di aspal.
Peristiwa yang terjadi pada Senin 15 Juni 2026 sore itu membuat geger di lokasi. “Saya melihat ada orang memecah kaca mobil, lalu mengambil bungkusan plastik dari dalam mobil. Saya langsung teriak, pencuri… pencuri…!” kenang Kusriyati saat ditemui jurnalis di sela kerjanya, Rabu (17/6).
Teriakan itu membelah keramaian. Pelaku yang panik mencoba melompat ke motor rekannya yang sudah bersiap tancap gas. Namun, usaha pelarian itu berantakan. Pembonceng motor sempat terseret beberapa meter di aspal demi mempertahankan bungkusan plastik berisi uang tersebut. Akibatnya sebagian uang miliaran rupiah itu sempat tercecer di jalanan sebelum akhirnya pelaku kabur melawan arus ke arah barat.
Kusriyati bukan sekadar penjaga parkir. Ibu lima anak ini adalah pejuang hidup yang sudah lama menjanda setelah suaminya, Darpin meninggal dunia.
Di petak kecil seberang kantor bank, dia menyambung hidup dengan peluit dan dagangan minuman ringannya. Nyatanya, nyali besar Kusriyati yang menyelamatkan Rp 3,6 miliar hanya dihargai dengan selembar uang seratus ribu rupiah.
Uang ‘terima kasih’ itu diberikan oleh pemilik dana, Kliwon Alwawan. Namun, nominal yang tak sebanding dengan resiko nyawa itu pun tak dinikmatinya sendiri. Kusriyati membagi rata uang tersebut kepada dua rekan parkir dan seorang tukang ojek di lokasi.
“Dikasih Rp 100 ribu sama yang punya uang. Terus dibagi empat, saya, kanca parkir dua orang, sama tukang ojek. Dapat Rp 25 ribuan,” tuturnya.
Penulis/Editor: Isa Gautama



