PWN Momentum Estafet Kepemimpinan TDA dan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Indonesia

Menteri UMKM, Maman Abdurahman bersama unsur PimpinanTDA saat membuka PWN 2026 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Asep Sofyan Afandi/PROGRESIF JAYA)
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Pesta Wirausaha Nasional (PWN) yang mengusung tema “2 Dekade: Next Level Legacy” menjadi momentum estafet kepemimpinan Tangan Di Atas (TDA) dan penguatan ekosistem kewirausahaan Indonesia yang berlangsung di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Adurahman dan jajaran TDA yang diselenggarakan oleh komunitas TDA berlangsung di Plenary Hall Jakarta dari tanggal 20 hingga 22 Juni.
Menteri Maman yang secara resmi membuka PWN 2026, mengapresiasi konsistensi komunitas TDA yang telah menyelenggarakan Pesta Wirausaha Nasional sejak 2007 sebagai wadah kolaborasi, pembelajaran, dan penguatan kemandirian para pelaku usaha di Indonesia.
“Saya mengapresiasi komunitas Tangan Di Atas yang konsisten menyelenggarakan Pesta Wirausaha Nasional sejak 2007 sebagai ruang untuk memperkuat kemandirian wirausaha Indonesia,” ujar Menteri Maman.
Presiden TDA 8.0, Eko Desriyanto, mengatakan bahwa tema “2 Dekade: Next Level Legacy” dipilih sebagai refleksi perjalanan panjang TDA sekaligus ajakan kepada seluruh anggota dan pelaku usaha untuk menyiapkan warisan terbaik bagi generasi berikutnya.
“Selama 20 tahun, TDA telah tumbuh menjadi salah satu komunitas pengusaha terbesar di Indonesia yang dibangun oleh semangat berbagi, bertumbuh, dan berkolaborasi, ” katanya.
Lanjutnya, PWN 2026 menjadi momentum untuk melanjutkan warisan tersebut ke level yang lebih tinggi. Legacy bukan hanya tentang apa yang kita capai hari ini, tetapi bagaimana kita menyiapkan generasi pengusaha berikutnya agar mampu menghadapi tantangan zaman dan memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa.
Menurut Eko, kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian justru harus menjadi momentum bagi UMKM Indonesia untuk memperkuat daya saing melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, penguatan jaringan bisnis, dan kolaborasi lintas sektor.
Chief Operating Officer (COO) PWN 2026, Mas Djun, menegaskan bahwa PWN tahun ini dirancang lebih besar, lebih kolaboratif, dan lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. “PWN 2026 bukan sekadar event seminar atau pameran bisnis,” katanya.
Dia juga mengatakan, pihaknya membangun sebuah ekosistem pertemuan yang mempertemukan ide, peluang, solusi, dan kolaborasi. Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional.
“Para pelaku usaha membutuhkan akses terhadap inspirasi, jaringan, pasar, teknologi, serta peluang investasi. Semua itu kami hadirkan dalam satu panggung besar bernama Pesta Wirausaha Nasional 2026,” kata Mas Djun.
Dia menambahkan, kehadiran para menteri, regulator, investor, entrepreneur sukses, trainer nasional, dan ribuan pengusaha dari seluruh Indonesia diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM dan ekonomi nasional.
Jadi Momentum
Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, ketidakpastian geopolitik, percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga perubahan pola konsumsi Masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dituntut untuk semakin adaptif, inovatif, dan kolaboratif agar mampu bertahan sekaligus tumbuh berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 di JCC, Senayan selama dua hari menjadi perayaan perjalanan 20 tahun TDA sekaligus momentum penting untuk membangun warisan kepemimpinan, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan.
Selain itu PWN tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pengusaha dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu panggung besar untuk membahas masa depan ekonomi Indonesia.
Kegiatan PWN tahun ini juga memiliki makna historis karena menjadi momentum transisi dan estafet kepemimpinan dari Presiden TDA 8.
Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi



