NUSANTARA

Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu, 12 Orang Meninggal

progresifjaya.co.id, INDRAMAYU – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu 12 Juli 2026 kemarin. Insiden mengerikan itu melibatkan tiga kendaraan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 6 korban lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas itu terjadi di wilayah Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Semua korban merupakan penumpang mobil pikap yang diketahui mengangkut rombongan pengantar pengantin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat mobil pikap Daihatsu Gran Max bernomor polisi E 8559 RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga berhenti secara tiba-tiba di lajur kanan jalan.

Pada saat bersamaan, sebuah truk wing box yang melaju dari arah yang sama tidak sempat menghindar sehingga menabrak bagian belakang pikap. Benturan keras membuat mobil pikap terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan.

Nahas, dari arah berlawanan melintas kendaraan lain sehingga pikap kembali mengalami benturan. Setelah itu, sebuah truk los bak yang sedang melaju di jalur tersebut turut terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut. Akibat tabrakan beruntun itu, kondisi mobil pikap mengalami kerusakan parah dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarief menyampaikan bahwa total korban meninggal dunia mencapai 12 orang.

Dari jumlah tersebut, tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tujuh korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan enam lainnya mengalami luka ringan. Korban yang mengalami luka berat akhirnya meninggal.

Berikut identitas korban meninggal dunia berdasarkan data dari kepolisian:

  1. Mohamad Iqbal bin Tarkadi (12), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di lokasi)
  2. Sawen (40), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di lokasi)
  3. Ayu Wulandari (32), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di lokasi)
  4. Karsinih (60), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  5. Sinta (32), ibu rumah tangga, warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  6. Sanerah (46), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  7. Riyan Toni (6), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  8. Idah (39), petani, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  9. Yunah (49), ibu rumah tangga, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  10. Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  11. Warkidi (45), pekerja swasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)
  12. Tamara (22), ibu rumah tangga, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. (Meninggal di rumah sakit)

Sementara enam korban lainnya mengalami luka ringan, yakni:

  1. Olivia (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
  2. Bayu Kelana (8), pelajar, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
  3. Wandi (29), wiraswasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
  4. Saba (11), pelajar, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
  5. Jesika (2), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
  6. Salma Yanti (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Hingga kini, Satlantas Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden lalu lintas paling mematikan yang terjadi di Jalur Pantura Indramayu pada tahun 2026.

Editor: Eka

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *