Drama Penculikan Atlet Golf Terungkap: Pihak Keluarga Tidak Merestui Jesslyn Menikah dengan Calon Suaminya Evan

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Drama penculikan terhadap wanita cantik yang disebut sebagai seorang atlet golf bernama Jesslyn Wijaya Lay (34) mulai terungkap. Masalah keluarga sebagai pemicunya, karena diduga pegolf itu tidak direstui menikah dengan calon suaminya, Evan (37).
Seperti diberitakan diberbagai media daring, Jesslyn dilaporkan diculik secara terbuka oleh lima orang tak dikenal (OTK). Saat itu dia berada di restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya. Lima lelaki berperawakan besar tiba-tiba muncul dan dua diantaranya langsung membopong wanita tersebut dimasukan ke dalam mobil kemudian mereka kabur.
Peristiwa itu terjadi Senin (13/7) sekira pukul 19.45. Sehari setelah itu dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat, tercatat dalam register dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Namun belakangan, laporan tersebut dicabut dengan alasan pelapor bernama Nesya tidak melihat langsung kejadian tersebut. Diapun hubungannya bukan keluarga, melainkan hanya teman dengan Jesslyn.
Meski demikian, laporan penculikan tersebut masih tetap diusut polisi. Pasalnya, sampai kini kabar dan keberadaan Jesslyn belum diketahui dengan pasti, meskipun polisi sudah mendeteksi berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun yang bersangkutan belum bisa dihubungi untuk memberikan keterangan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra masih berusaha menghubungi Jesslyn dan orang tuanya. Namun belum berhasil. “Saat ini masih kami dalami untuk memastikan seluruh fakta yang terjadi,” kata Roby dalam keterangannya dikutip Rabu (22/7).
Roby menyebut Jesslyn diketahui meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Achmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, sehari setelah peristiwa yang dilaporkan terjadi. Hal itu terlihat berdasarkan manifes penerbangan yang diterima penyidik. Jesslyn berangkat pada 14 Juli 2026 bersama dua orang yang memiliki hubungan keluarga dengannya. Satu orang di antaranya diduga ayah Jesslyn.
Andi Darti, kuasa hukum Evan calon suami Jesslyn mengatakan, terdapat masalah personal antara Jesslyn, keluarga, dan penolakan terhadap Evan sebagai calon suaminya. Berangkat dari ketidaksetujuan pihak keluarga terhadap rencana pernikahan tersebut, Andi menduga kuat bahwa insiden penjemputan paksa Jesslyn di sebuah restoran wilayah Jakarta Pusat, pada Senin (13/7) merupakan siasat yang sengaja dirancang.
Andi juga mencurigai pihak keluarga menjadikan undangan perayaan ulang tahun sang nenek sebagai celah untuk membawa Jesslyn pergi jauh dan memisahkannya dari Evan. “Iya, kalau anggapan Evan sih begitu. Dia merasa apakah karena dia mau menikah dengan Jesslyn. Jadi karena itu diduga, ini menurut Evan ya, memanfaatkan momen ulang tahun neneknya itu untuk menjauhkan Jesslyn dari dia,” jelas Andi.
Kecurigaan ini diperkuat dengan pernyataan kepolisian yang menyebut bahwa Jesslyn dibawa ke Kuala Lumpur, Malaysia oleh dua orang anggota keluarganya. Namun, Andi enggan menjelaskan secara detail mengenai konflik dalam hubungan Jesslyn dan Evan ini karena menyangkut privasi kliennya.
Tapi Andi Darti mengungkapkan bahwa Jesslyn sendiri selama ini memang memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan keluarganya. Keretakan hubungan keluarga tersebut bahkan membuat Jesslyn memutuskan untuk angkat kaki dari kediaman orangtuanya di Ancol dan pindah ke sebuah apartemen di bilangan Pluit, Jakarta Utara.
Selama tinggal terpisah dari keluarganya, Jesslyn disebut membiayai hidupnya sendiri secara mandiri tanpa bergantung pada orangtua. Jesslyn diketahui bekerja sebagai seorang freelancer graphic designer dan influencer konten golf di media sosial.
Sementara itu Evan sang calon suami Jesslyn, tidak mau berbicara banyak mengenai hubungannya dengan keluarga calon istrinya. Evan hanya membenarkan bahwa ia dan Jesslyn seharusnya melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Namun, saat ini keberadaan dan kondisi Jesslyn justru tak diketahui usai sempat dijemput paksa.
“Saya sebagai calon suaminya Jesslyn, dan seharusnya memang kami melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat, kami sudah membeli gaun dan mendaftarkan pernikahan ke gereja. Namun untuk waktu pernikahannya kapan, itu privasi ya,” ucap Evan kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Pusat, dikutip Rabu (22/7).
Penulis/Editor: Isa Gautama



