Mengenal Sosok Harindra Arsandho Tegarbaja, Peraih Adhi Makayasa Akpol 2026 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita

Peraih Adhi Makayasa Akpol 2026, Harindra Arsandho Tegarbaja bersama kedua orangtuanya.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Brigadir Kepala Taruna (Brigkatar), Harindra Arsandho Tegarbaja terpilih sebagai penerima penghargaan Adhi Makayasa lulusan terbaik dari Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026.
Pengumuman penghargaan Adhi Makayasa untuk Brigkatar Harindra Arsandho Tegarbaja ini diumumkan oleh Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58, di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Harindra Arsandho Tegarbaja adalah alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2023 (TN 31). Dia menjadi lulusan terbaik karena berhasil meraih nilai kumulatif tertinggi dari seluruh aspek (akademik, karakter, dan jasmani).
Keberhasilannya menjadi lulusan terbaik Akpol Angkatan ke-58 ini tak cuma membanggakan kedua orang tuanya. Namun juga menjadi kebanggaan keluarga besar SMA Taruna Nusantara dan daerahnya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prestasi Tegarbaja ini juga menambah daftar panjang alumni SMA Taruna Nusantara peraih Adhi Makayasa dari Akpol. Dia mengikuti jejak seniornya, Muhammad Malik Aditya Kurniawan dan Fathan Putra Rifito pada tahun 2025 dan 2024. Total kini sudah ada 15 alumni SMA Taruna Nusantara yang meraih Adhi Makayasa Akpol.
Harindra Arsandho Tegarbaja adalah putra asli Lombok, NTB. Dia adalah anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Suhartono Tumiran dan Baiq Indira Rahmi, warga Gerung, Lombok Barat.
Lulusan SMPN 2 Mataram ini juga adalah atlet taekwondo. Dia mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian tersebut setelah menjalani pendidikan selama kurang lebih tiga tahun di Akpol. Menurutnya, masa pendidikan tersebut sudah memberikan banyak pengalaman, ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter yang menjadi bekal untuk mengabdi sebagai perwira Polri.
“Saya sangat bangga bisa menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian. Banyak pengalaman dan ilmu yang saya peroleh untuk menjadi perwira Polri di masa depan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus saya pertanggungjawabkan,” kata Harindra, dikutip dari unggahan vidoo Instagram @humasakpol, Selasa, 21 Juli 2026.
Titik Balik

Brigadir Kepala Taruna (Brigkatar), Harindra Arsandho Tegarbaja terpilih sebagai penerima penghargaan Adhi Makayasa lulusan terbaik dari Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026.
Sebelum menempuh pendidikan di Akpol, Harindra digembleng di SMA Taruna Nusantara Magelang. Selama bersekolah di sana, dia mengikuti berbagai program pembinaan untuk memperkuat kemampuan akademik, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
“Saya di sana (SMA Taruna Nusantara) mengejar beberapa program yang diberikan terkait dengan Panda Khusus (panitia seleksi penerimaan calon prajurit TN). Karena yang saya dengar, SMA Taruna Nusantara ini mencetak banyak-banyak orang hebat. Jadi, dengan masuk ke sana saya merasa kesempatan saya untuk menjadi seorang perwira TNI,” kata Harindra.
Awalnya, Harindra lebih kepincut untuk menjadi perwira TNI melalui jalur Akademi Militer (Akmil). Dia sempat mengikuti seleksi, namun nyatanya gagal lolos.
“Selanjutnya karena masih di tahun yang sama, pada waktu itu bulan Januari 2023, karena pendaftaran untuk di Akpol pada tahun itu masih dibuka, jadi saya langsung berpikir untuk mencoba di matra yang lain, di Akademi Kepolisian. Kebetulan pada saat tes wilayah, saya mendapatkan ranking satu di pengiriman Polda NTB sebelum diberangkatkan ke pusat,” jelasnya.
Hal ini memang menjadi titik balik perjalanan kariernya. Pada seleksi tingkat daerah, Harindra berhasil meraih peringkat pertama di Polda NTB sehingga berhak mengikuti seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian, Semarang.
Dia menegaskan, keberhasilannya itu tak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga, terutama kedua orangtuanya yang sejak kecil membentuk karakter disiplin dan pantang menyerah.
“Saya berterima kasih sebesar-besar kepada orang-orang terdekat saya, terutama keluarga saya sendiri. Orangtua, ayah, ibu, saudara, dan rekan-rekan seperjuangan saya selama melaksanakan pendidikan di Akademik Kepolisian,” akunya.
Diungkapkannya juga, ayahnya yang adalah seorang pelatih bela diri adalah sosok yang melatih dirinya sejak kecil. Bekal tersebut kemudian menjadi modal penting baginya untuk menjalani pendidikan kepolisian yang menuntut disiplin, ketahanan fisik, serta mental yang kuat.
“Saya merasa bangga dilahirkan di keluarga ini. Saya berterima kasih kepada ayah dan ibu yang sudah mendidik saya dan mensupport saya selama ini sehingga bisa menjadi seorang yang hebat seperti sekarang. Terima kasih banyak bapak, ibu. Terima kasih banyak atas segala jerih payah yang kalian berikan kepada saya. Mungkin hanya ini yang bisa saya berikan kepada kalian,” urainya lagi.
Rasa Syukur Orangtua

Sang ayah, Suhartono mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih putranya. Suhartono mengatakan, pembentukan karakter Harindra memang sudah dilakukan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Bersama adiknya yang kini juga menempuh pendidikan di Akpol, Harindra dibiasakan menjalani latihan fisik dan pembinaan mental secara rutin.
“Kami membina anak-anak sejak kelas satu SD. Mereka kami arahkan menjadi atlet taekwondo. Bukan hanya untuk prestasi olahraga, namun juga untuk membentuk karakter, disiplin, dan mental yang kuat,” ujar Suhartono.
Setiap hari, lanjutnya, kedua anaknya itu juga selalu dibiasakan untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di masjid sebelum menjalani latihan fisik.
“Kami ingin menanamkan pendidikan moral sejak dini. Setelah Shalat Subuh, mereka berlatih sebelum berangkat sekolah. Dari kebiasaan itu tumbuh disiplin dan tanggung jawab,” jelasnya.
Suhartono berharap, prestasi yang diraih Harindra ini akan menjadi awal pengabdiannya sebagai anggota Polri yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
“Yang jelas ini adalah awal yang baik, terutama untuk melangkah ke depannya. Sehingga harus tetap jujur, tetap bersemangat. Kemudian juga tetap menjaga integritas. Terutama shalat lima waktunya, harus tetap dijaga,” kata Suhartono.
Penulis/Editor: Bembo




