HUKUM & KRIMINAL

Publik Puas Lihat Tangan Febrie Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan saat Akan Diperiksa Tim 9 Kejagung

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Akhirnya publik dapat melihat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memakai rompi tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) berwarna merah muda dan kedua tangannya diborgol seperti koruptor-koruptor lain yang ditahan. Hal itu terlihat saat  tersangka korupsi dan TPPU itu akan diperiksa Tim Penyidik di Gedung Bundar, Kejagung, Jumat (7/8).

Para jurnalis yang sudah menunggu sejak pagi kedatangan Febrie dari Rutan KPK langsung mengabadikannya dengan kamera begitu tersangka korupsi dan TPPU itu turun dari mobil tahanan.  Febrie  tampak malu dan bergegas langsung masuk ke kantor penyidik bersama petugas yang mengawalnya.

Para jurnalis saat itu juga langsung mengirimkan rekaman tayangan Febrie ke redaksi masing-masing dan beberapa saat kemudian tayangan eks Jampidsus mengenakan rompi tahanan dengan tangan diborgol dapat disaksikan di media elektronik dan media daring. Tampaknya publik puas dengan perlakuan sama terhadap ‘algojo’ Tipikor yang ditakuti para koruptor itu.

Sebelumnya para jurnalis sudah memantau  Febrie keluar dari Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih pada pukul 13.05 WIB. Ia tampak membawa map biru meski kedua tangan terborgol. Setelah menjalani pemeriksaan badan dan X-ray, Febrie keluar dengan menggunakan rompi pink, ia sempat melihat kerumunan wartawan, namun tidak menyapa dan langsung masuk ke mobil tahanan Jampidsus Kejagung.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo sebelumnya mengatakan, KPK menerima permintaan dari penyidik Kejagung untuk memeriksa Febrie. “Benar, KPK menerima permintaan bon tahanan dari penyidik Kejaksaan Agung untuk kebutuhan pemeriksaan terhadap FA. Dijadwalkan siang ini,” kata Budi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemeriksaan Febrie oleh Tim 9 Kejagung yang semula direncanakan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK akhirnya dibatalkan. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan di Gedung Kejagung. Mungkin, jika pemeriksaan di Gedung KPK, Febrie tidak akan diborgol dan pakai rompi tahanan. Inilah yang dimaui Febrie.

Tapi akhirnya tersangka TPPU itu diputuskan diperiksa di Gedung Bundar Kejagung, agar memenuhi penasaran publik untuk melihat Febrie diborgol dan pakai baju tahanan. Meski melihatnya melalui tayangan televisi dan handphone, publik sudah merasa puas dan tidak akan berkomentar lagi ‘jeruk makan jeruk’ atau tidak adil dan pilih kasih dengan tahanan korupsi yang lain.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *