Tim SAR Hentikan Pencarian pada Hari ke 10: Harapan Tipis 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Bisa Selamat

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Harapan tipis dari rombongan 8 penumpang kapal motor (KM) Arupadhatu I yang terdiri dari 5 jurnalis, satu guide dan 2 anak buah kapal (ABK) masih hidup atau bisa selamat. Prediksi ini dimungkinkan mengingat sudah hari ke 11 mereka dan kapalnya hilang hingga belum ditemukan. Tidak ada tanda-tanda kapal yang rombongan jurnalis tumpangi dapat musibah atau kecelakaan di laut ataupun mereka terdampar di pulau-pulau terdekat di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pada hari ke 10 Tim SAR sudah menghentikan proses pencarian rombongan jurnalis yang hilang itu. Namu jika ada tanda-tanda keberadaan kapal yang membawa 5 pewarta foto itu, pasti akan dilanjutkan. Kini pencarian hanya berupa pantauan saja tidak mengerahkan personil atau kapal-kapal Basarnas.
“Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini, setelah pencarian ini kita hentikan, kita lakukan dengan pemapelan melalui srop vts termasuk Lanal, termasuk dari Pol Airud yang melakukan patroli yang melakukan pencarian, termasuk aktivitas kapal yang melintas di Selat Sunda yang akan menjadi ujung tombak apabila menemukan informasi lebih lanjut,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Carita-Pandeglang, dikutip Jumat (18/9).
Al Amrad mengatakan proses pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, di Perairan Selat Sunda dilakukan selama 10 hari. Selama pencarian, tim SAR menemukan 13 objek seperti helm, life jacket, galon hingga terpa. Namun objek tersebut tidak ada kaitannya dengan Kapal Arupadhatu I.
“SOP yang kami sudah tadi disampaikan, SOP kami 7 hari. Setelah itu ada permintaan perpanjangan 3 hari, dan itu tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR dihentikan dan kita lanjutkan dengan pemapelan,” kata Al Amrad.
Sementara Gubernur Banten Andra Soni menyatakan, proses pencarian dinyatakan dihentikan, meski pihaknya sudah memperpanjang tiga hari. Namun demikian, katanya, pencarian terhadap lima jurnalis yang dinyatakan hilang saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dilakukan dengan pemantauan patroli kapal-kapal Pol Airud dan Angkatan Laut yang rutin menjalankan tugasnya.
“Dan kemudian telah perpanjangan pihak Basarnas tadi menyampaikan bahwa karena sudah dinilai tidak efektif dalam pelaksanaannya, dalam pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan dan pertolongan ini oleh pihak yang berkepentingan atau pihak yang memiliki kewenangan dinyatakan dihentikan,” kata Andra.
Diketahui, lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas/freelance). Selain itu, tiga kru kapal yang hilang adalah Warta/Surahman (kapten kapal), Sukarman (anak buah kapal/ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Mereka diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan untuk menuju Gunung Anak Krakatau, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB saat Gunung Anak Krakatau masih erupsi menyemburkan matrial dan debu. Hingga kini kapal yang mereka tumpangi belum diketahui nasibnya, karena sejak hilang kontak tidak ada tanda-tanda bahwa mereka mendapat musibah.
Atas dihentikannya pencarian rombongan jurnalis yang hilang itu, pihak keluarga tampaknya pasrah. Mereka merelakannya dengan melakukan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Jumat (18/9).
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyebut kegiatan tabur bunga dilakukan setelah operasi pencarian oleh tim SAR gabungan resmi dihentikan setelah 10 hari berlangsung, pada Kamis (17/9) kemarin.
Ia mengatakan kegiatan tabur bunga tersebut juga menjadi bentuk penghormatan serta dukungan moril kepada para keluarga korban. “Tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama keluarga korban. Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan kepada keluarga korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan kegiatan dilakukan dengan menggunakan kapal milik Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Banten. Dalam kegiatan itu juga dilakukan doa bersama dengan seluruh awak kapal. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi keluarga korban,” pungkasnya.
Sebelumnya operasi SAR besar-besaran terhadap 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9).
Penulis/Editor: Isa Gautama



