BERITA UTAMA HUKUM & KRIMINAL

Kalapas Cibinong Wisnu Putranto “Dipecat” Buntut Ditemukan 10 Unit Bangunan dengan Fasitas Mewah

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Adrianto bertindak tegas. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cibinong Wisnu Hani Putranto dinonaktifkan dari jabatannya. Pasalnya, orang nomor satu di Lapas Kelas II A Cibinong, Bogor, Jawa Barat merupakan yang paling bertanggung jawab atas penemuan Ombusman.

Tidak Wisnu saja yang dibebastugaskan, tapi ada 4 pejabat teras di Lapas itu ikut dicopot sementara. Mereka adalah Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Pembinaan Narapidana & Anak Didik (Binadik), Kasi Keamanan dan Ketertiban, serta Kepala Urusan Umum. Kelimanya akan diperiksa secara intensif mengenai dugaan menempatkan narapidana (napi) di 11 bangunan/kamar dengan fasilitas mirip hotel atau kost elit.

Inspektur Jenderal Kementerian Imipas, Rudi Setiawan, menegaskan pencopotan ini dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan atas skandal fasilitas mewah tersebut. “Kami menonaktifkan 5 pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman. Akan kami lakukan pemeriksaan mendalam bagaimana kondisi ini bisa terjadi,” tegas Rudi.

Rudi kembali menegaskan Menteri Agus telah memberikan arahan yang sangat jelas soal pelanggaran. Dia pun menyebut sejumlah jenis hukuman berdasarkan bukti penyimpangan oknum. “Kita akan selidiki semuanya. Arahan pak Menteri jelas dan kuat, kalau ada yang melanggar, kita punya aturan, kita punya kode etik, kita punya hukuman dinas. Kami nonaktifkan dan akan kami lakukan pemeriksaan, bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan, dan sampai hari ini,” ujar Rudi.

Sebelumnya tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) memeriksa Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat (Jabar) atas perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Usai pengecekan, tim pemeriksa menyinggung soal perbedaan kondisi rumah saat disidak Ombudsman dengan kondisi terkini. Menteri Agus sendiri mengecek lokasi yang menjadi temuan Ombudsman pada Jumat (25/9).

“Bisa saya sampaikan bahwa apa yang saya lihat, dan apa yang di-publish, ditayangkan oleh teman-teman Ombudsman, ada beberapa perbedaan. Dan ini menjadi konsentrasi kami sebagai tim pemeriksa. Kami lihat Ombudsman seperti apa, dan kami lihat tadi seperti apa,” kata Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (26/9).

“Ini juga pernyataan tegas dari Pak Menteri, apabila ada perubahan, ada kondisi yang tidak sesuai dengan aslinya, tolong dilakukan pemeriksaan,” sambung Rudi.

Tim Itjen Kemenimipas memeriksa 52 warga binaan atau narapidana sejak viral temuan Ombudsman. Tim pemeriksa juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap 54 pegawai lapas. “Pemeriksaan dari kemarin sampai hari ini, sudah 52 warga binaan. Dan hari ini kami jadwalkan kuranag lebih 54 lagi atau 50 dari para pegawai,” terang Rudi.

Dia mengaku telah mengelilingi deretan rumah dinas pegawai, yang diduga disalahgunakan menjadi fasilitas ekstra bagi napi. Dia berkeliling ke area lainnya. “Saya secara langsung memimpin berkeliling, melihat secara langssung tempat-tempat yang dikunjungi oleh teman-teman dari Ombudsman. Dari rumah nomor satu sampai ke ujungnya, sampai tempat sampah yang dijadikan poin juga, yang diduga tempat pelarian. Saya coba turun ke bawah kemudian naik lagi, ketemunya kontainer yang digunakan untuk SAE,” ungkap Rudi.

“Saya pindah ke sebelahnya, ada ruangan guest house yang kemarin juga dikunjungi dan dilihat teman-teman Ombudsman. Dan kemarin juga bagian dalam saya coba melihat kondisi para warga binaan yang ada di lapas ini,” tambah dia.

Rudi juga mempertanyakan soal barang-barang yang terdokumentasi kamera, serta informasi dari Ombudsman. Seperti elektronik, barang pribadi yang bukan milik pegawai pajak dan sebagainya yang ada di rumah dinas pegawai.

“Hal-hal yang lain tentunya saya dan tim mengakomodir semua yang ditemukan oleh ORI (Ombudsman Republik Indonesia). Minuman keras, tempat yang diduga sebagai simulator, tempat fitness, foto, kulkas. Semuanya menjadi objek kami untuk memeriksa di mana barang-barang itu keberadaannya, dan kenapa berpindah, dan sebagainya. Mohon waktunya, karena proses masih berlangsung,” ucap Rudi.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *