HUKUM & KRIMINAL

Viral, Rumah di Kompleks Tentara Jadi tempat Lokasi Judol: 11 Operator Diamankan, 34 PC dan 14 HP Dista sebagai Barbuk

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Viral sebuah rumah dinas di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur dijadikan tempat judi online (judol). “Kok bisa di kompleks tentara ada tempat judol. Pasti ada yang gak beres tuh,” beberapa koment publik di media sosial berseliweran dari kemarin sampai hari ini, Kamis (8/10).

Salah satu video viral itu diunggah akun Instagram @badanperwakilannetzen2 dan kini tersebar di group-group web WhatsApp yang dikomentari dengan kesan negatif. Dalam narasi unggahan di Instagram itu disebutkan rekaman video terjadi pada Minggu (4/10) di Kompleks KPAD Cijantung.

Dalam video tersebut, perekam yang diduga anggota polisi memperlihatkan sejumlah orang berada di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi komputer. Terdengar suara ruangan itu digunakan untuk aktivitas judi online. “Wah ini ada yang enggak beres nih, pantesan pagar tinggi. Ini kayak judi online nih. Jangan ada yang keluar rumah ya,” kata seseorang dalam video tersebut.

Beberapa media online juga sudah banyak yang menayangkan berita video viral itu. Informasi yang diperoleh mempertegas Komplek tentara itu berlokasi di Jalan Sederhana 7 No. 155, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rumah tersebut digrebek aparat berwenang Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 07.30 WIB. Sebanyak 11 orang diamankan bersama puluhan barang bukti (barbuk) elektronik.

Disebutkan, lokasi dan Identitas pemilik
rumah yang dijadikan lokasi operasi judi online tersebut tercatat atas nama anggota TNI berpangkat Letkol yang menjabat sebagai Kasi Intel Gartap 1 Jakarta. Dugaan sementara rumah tersebut disewakan dan dimanfaatkan sebagai pusat operasional perjudian daring tanpa sepengetahuan atau pengawasan yang memadai dari pemiliknya.

Hasil penggerebekan petugas, selain mengamankan 11 orang yang diduga sebagai operator judi online, juga disita 14 unit telepon seluler, 9 lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan 32 unit komputer/PC yang digunakan untuk menjalankan sistem perjudian online.

Para operator yang diamankan itu kabarnya telah dibawa ke kantor polisi terdekat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait peran masing-masing dalam jaringan tersebut. Namun belum ada konfirmasi dari Polres Jaktim dan Polda Metro Jaya mengenai video viral yang sempat menggegerkan publik.

Menanggapi viralnya kasus judi online itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan akan menindak aparatnya apabila dugaan tersebut terbukti.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” kata Maruli, dilansir Antara, Rabu (7/10).

Maruli menegaskan lagi TNI AD akan merespons dengan cepat setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran tersebut. “Sudah pasti cepat, kalau kita cepat lah,” ujarnya.

Sementara Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan, pihaknya telah merespons informasi yang beredar dan tengah mendalami kasus tersebut. “Sedang didalami,” kata Nas.

Perwira tinggi TNI bintang dua itu mengungkapkan, sejumlah orang telah diperiksa terkait dugaan tersebut, termasuk anggota TNI. “Semua diperiksa,” ujarnya.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *