Mengejutkan..! Beredar Video Lahan Bekas Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Dikapling Kotak-kotak Seperti Kebun Sawit

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Sebuah video memperlihatkan hamparan lahan di Kalimantan dengan petak-petak teratur dari udara menjadi sorotan di media sosial. Rekaman yang diunggah akun X @ki.dooo yang dilihat progresifjaya.co.id, Jumat (23/10/2026), itu memperlihatkan lahan yang tampak terbagi dalam blok-blok, menyerupai area perkebunan yang disiapkan untuk ditanami kelapa sawit.
Video tersebut direkam dari pesawat yang melintas di atas Pulau Kalimantan. Bentuk lahan yang terpetak-petak memunculkan pertanyaan warganet mengenai peruntukannya, termasuk dugaan apakah lahan itu disiapkan untuk perkebunan sawit setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, dari video tersebut saja, lokasi persis, status lahan, riwayat kebakaran, serta rencana penanamannya belum dapat dipastikan.
Belum ada keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa hamparan lahan dalam rekaman itu merupakan bekas karhutla yang akan ditanami sawit.
Dugaan pemanfaatan lahan bekas karhutla untuk perkebunan sawit sebelumnya mencuat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pada September 2026, polisi menyelidiki temuan tanaman sawit di kawasan bekas kebakaran di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah.
Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Tedy Sopandi mengatakan petugas menemukan tanaman sawit di area sekitar 0,5 hektare. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk pembuat video yang beredar di media sosial, untuk menelusuri pihak yang menanam dan menguasai lahan tersebut. “Di lokasi memang ditemukan adanya tanaman sawit dengan luas kurang lebih 0,5 hektare,” kata Tedy, Selasa (8/9/2026).
Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan status lahan dan kemungkinan pelanggaran hukum. Tedy juga menegaskan bahwa titik lahan terbakar yang terlihat dalam video tidak sama dengan titik lokasi tanaman sawit yang ditemukan petugas.
Kasus lain terjadi di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pada 8 September 2026, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyegel lokasi setelah menemukan aktivitas penanaman sawit di lahan yang baru terbakar. “Ini di lokasi penyegelan baru aja asapnya padam, tapi sudah mulai ditanam sawit,” ujar Raja Juli.
Luas area terbakar di lokasi tersebut dilaporkan mencapai sekitar 2.400 hektare. Petugas juga menyita satu alat berat dan melanjutkan penanganan bersama aparat penegak hukum.
Meski terdapat sejumlah kasus penanaman sawit di area terdampak karhutla, hubungan antara kebakaran dan pembukaan perkebunan harus dibuktikan melalui penyelidikan. Video lahan yang tampak terpetak-petak dari udara belum cukup untuk memastikan bahwa kebakaran sengaja dilakukan demi menyiapkan perkebunan. (Red)



