Menteri Haji dan Umrah Diduga Angkat Dua Anaknya Jadi Tenaga Ahli, Saiful Mujani: Dunia Sudah Dekat Kiamat

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) diduga mengangkat 2 anak kandungnya sendiri menjadi Tenaga Ahli Menteri. Hal ini terungkap beredarnya di media sosial (medsos) adalah dokumen Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah.
Di dalam lampiran ada 9 nama, 2 di antaranya Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz. Dua nama itu disebut sebagai putra Gus Irfan.
Barbarossa bahkan kedapatan mendampingi bapaknya di agenda dinas resmi, seperti Seleksi Tahap II PPIH di Asrama Haji Surabaya 11 Desember 2025. Padahal Permen PANRB No 17 Tahun 2024 jelas menyebut hubungan keluarga adalah potensi konflik kepentingan yang wajib dikelola secara meritokrasi.
Sebagai tenaga ahli menteri, mereka dapat gaji sekitar Rp 17,5 juta per bulan, plus mobil dinas, BBM, sopir, dana operasional, tunjangan lain dari APBN.
Sampai sekarang publik mempertanyakan latar belakang pendidikan dan pengalaman keduanya, apa relevansinya dengan tugas haji dan umrah.
Secara aturan memang tidak ada larangan kaku anak pejabat jadi tenaga ahli, tapi dari sisi etika publik, ini yang bikin pengamat seperti Saiful Mujani sampai komentar “Bapak ngangkat anak jadi penasehat dirinya sebagai menteri haji… dunia udah dekat kiamat.”
Sampai hari ini Kementerian Haji belum kasih klarifikasi resmi. (Red)



