Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa, Maling Simpan 74 Kg Emas dan Rp 0,5 T Malah Selamat

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kasus pencurian ayam yang menewaskan seorang pria berinisial KD (50) di Bali menjadi tranding topic di media daring dan viral di media sosial. Pasalnya, peristiwa tersebut bersamaan dengan ditangkapnya eks Jampidsus Febrie Ardiansyah yang terjerat dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU. Publik membandingkan dengan membuat slogan yang sangat menohok: “Mencuri Ayam Digebuki Massa Sampai Mati, Maling Simpan 74 Kilo Emas dan Uang 0,5 Triliun Malah Selamat”.
Peristiwa pencurian ayam itu terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Jumat (24/7) pukul 01.30 WITA dini hari. Korban KD asal Buleleng diduga tertangkap tangan mencuri seekor ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31).
Warga yang menemukan dua ekor ayam di motor lelaki itu jadi emosi. Apalagi karena maraknya kasus kehilangan ayam di daerah itu. Mereka tiba-tiba melakukan pengeroyokan hingga pria paruh baya ini meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sepeda motor milik korban juga dibakar massa.
Aparat kepolisian dari Polsek Baturiti yang tiba di lokasi sekitar setengah jam kemudian mendapatkan korban dalam kondisi mengenaskan dan sudah tidak bernyawa. Polisi kemudian melakukan pengamanan lokasi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di antaranya seekor ayam yang diduga hendak dicuri, satu bilah golok, serta tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.
Diketahui korban yang berasal dari Desa Sidetapa, Buleleng merupakan seorang kepala keluarga, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Yang pertamanya sudah berkeluarga, anak keduanya baru menginjak kelas 1 SMA, dan anak bungsunya masih duduk di bangku kelas 1 SD.
Pekerjaan KD sehari-hari sebagai buruh musiman pemetik cengkih dan juga buruh cangkul. Namun dari data pihak kepolisian, KD merupakan residivis kasus pencurian cengkih pada 2018 yang ditangani Polres Tabanan. Selain itu, motor digunakan KD yang dibakar massa merupakan hasil curian di Kabupaten Bangli pada 2019.
Terkait dugaan pencurian tersebut, polisi memastikan korban membawa dua ekor ayam. Namun, jenis ayam maupun nilai ekonominya masih dalam pendalaman. Meski demikian polisi tetap mengusut pengeroyokan yang sampai menimbulkan korban jiwa, hingga menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Mereka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Polisi sementara mengamankan ke lima tersangka, padahal informasi yang berkembang keterlibatan warga pengeroyok pencuri ayam itu lebih banyak. Namun penyidik masih fokus mendalami peran kelima tersangka tersebut sebelum menentukan kemungkinan adanya penambahan tersangka lain.
Kecam Keras
Seorang anggota DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mengecam keras tindakan para pelaku main hakim sendiri hingga menewaskan korban. Apapun latar belakang pencuri itu, warga harus menyerahnya kepada pihak berwajib untuk diproses hukum. Insiden tragis ini dapat dijadikan pelajaran bagi warga Bali untuk tidak berperilaku keji terhadap sesama saudara.
“Ini pelajaran ya untuk orang-orang Bali, semeton (saudara) Bali yang selama ini pragat wanen (terlalu nekat) dengan semeton sendiri,” ungkap Arya Wedakarna pada akun TikTok @aryawedakarnasuyasa, dikutip Senin (27/7).
“Ada tragedi kemanusiaan. Itu bukan Hindu, itu bukan Dharma, menyeret orang, membunuh orang hanya gara-gara seorang ayah yang kelaparan karena ada anak yang menunggu. Si anak di rumah yang menunggu diberikan uang atau dibelanjakan,” ujarnya.
Arya memastikan supaya para pelaku mendapatkan hukuman setimpal dengan pasal berlapis. “Saya akan pastikan, DPD RI pastikan bahwa mereka para pelaku itu akan busuk dipenjara, kita akan gunakan pasal berlapis,” tegasnya.
Selain itu, anggota DPD RI ini menjanjikan akan menanggung seluruh biaya pendidikan anak-anak korban hingga lulus sarjana. “Kepada adik-adik, keluarga ya anak-anak semuanya. Nanti Ajik akan tanggung biaya sekolah kamu sampai sarjana. Sabar ya,” kata Arya.
Viralnya di media sosial mengenai sosok ayah yang mencuri ayam demi anaknya hingga meninggal dunia dikroyok massa, membuat warga miris dan kemudian mengumpulkan donasi hingga Rp 190 juta untuk membantu sekolah anak korban.
Sumbangan spontan itu, karena warga melihat anak KD yang masih kecil menangis melihat jasad ayahnya saat akan dimakamkan.
Sejumlah warga bergantian datang membawa bantuan berupa sembako, uang tunai, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Ada juga motor Honda Scoopy baru yang diberikan warga kepada keluarga korban.
Pegiat media sosial Ary Ulangun menyebut ada donasi yang dihimpun bersama sejumlah relawan seperti Nang Etong dan donatur lainnya. Donasi itu telah mencapai sekitar Rp 190 juta. “Totalnya ada sekitar Rp 190 jutaan. Rencana akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk pendidikan anaknya,” ujar Ary.
Ary mengatakan donasi hanya dibuka selama dua hari. Dia mengatakan seluruh uang itu ditempatkan dalam deposito dan akan digunakan untuk kepentingan pendidikan kedua anak KD. “Kita serahkan penuh dalam bentuk deposito. Jadi tetap ada pengawasan ketika dananya digunakan. Harapan para donatur, dana ini benar-benar bisa mengamankan masa depan anak-anaknya,” ujarnya.
Kabar terbaru, Deddy Corbuzier juga akan memberi bantuan kepada ana-anak KD yang masih sekolah. Namun Deddy tidak menjadikan perhatian publik sumbangan yang akan disampaikan kepada keluarga korban. “No publikasi,” kata sang mentalis pemilik podcast Close the Door itu.
Publik tampaknya sangat tersentuh atas peristiwa main hakim sendiri hingga maling ayam itu tewas digebuki massa. Sebab yang dicuri hanya seekor atau dua ekor ayam nilai ekonominya cuma ratusan ribu. Sedangkan tersangka korupsi yang menyimpan 74 kilogram eman dan duit mencapai Rp 0,5 triliun masih mendapat upayakan diselamatkan oleh pihak-pihak tertentu.
Maka dari itu, peristiwa tragis di Bali menimpa pencuri ayam yang notabene rakyat kecil hingga kehilangan nyawanya, menjadi sorotan publik. Dari rakyat biasa sampai kepada legislator di DPR-RI. Mereka merasa prihatin atas peristiwa yang mengenaskan tersebut.
Penulis/Editor: Isa Gautama



