Sufmi Dasco Jelaskan Terduga Pelaku Bom SMAN 72 Usia 17 Tahun Juga Jadi Korban Ledakan

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat menjenguk para siswa korban ledakan bom SMAN 72 di RS Islam Cempaka Putih.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang didampingi Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad menjenguk para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat, (7/11). Dasco dan rombongan tiba sekitar pukul 17.18 WIB.
Dalam pernyataan resminya usai menjenguk Dasco mengatakan, para korban ledakan mengalami luka yang bervariatif. Luka terberat dialami korban yang mendapatkan luka di bagian
rahang, kepala, dan wajah sehingga harus menjalani operasi.
“Dari 54 korban ledakan yang dilarikan ke rumah sakit, empat di antaranya harus menjalani operasi. Sementara 21 orang sudah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang,” jelas Dasco.
“Kita sama-sama berdoa semoga yang sedang dioperasi itu selamat dan semuanya bisa kembali sehat seperti sediakala,” sambungnya.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat menjenguk para siswa korban ledakan bom SMAN 72 di RS Islam Cempaka Putih.
Sementara terkait dengan penyelidikan yang dilakukan Tim Penjinak Bom atau Jibom Polda Metro Jaya, Dasco menyebut terduga pelaku adalah siswa SMAN 72 yang juga menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit. Luka yang dialaminya masuk kategori parah hingga harus menjalani operasi.
“Merujuk dari informasi yang saya dapat, terduga pelaku ledakan berusia 17 tahun dan statusnya adalah siswa SMAN 72. Namun karena kondisinya masih parah dan terbaring di rumah sakit, dia belum bisa dimintai keterangan” kata Dasco menegaskan.
“Jibom Polda Metro Jaya masih terus bekerja untuk mengungkap motif serta kronologi kejadian. Kasus ini masih didalami secara menyeluruh. Kita tinggal tunggu seperti apa hasil penyelidikannya nanti,” imbuhnya lagi.
Lebih lanjut dalam pernyataanya ini, Dasco juga menyampaikan imbauan ke seluruh sekolah agar lebih berhati-hati dan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa yang juga terkait dengan penggunaan ponsel dan media sosial.
“Seluruh sekolah juga kita minta untuk menerapkan asas kehati-hatian. Khususnya terhadap para murid agar terfilter di media sosial dari hal-hal yang berpotensi negatif. Itu saja pesan dari kami untuk diingatkan kembali,” pungkasnya. (Bembo)



