Kunjungi Korban Kebakaran RW 02 Paseban, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Pastikan Bantuan bagi Kebutuhan Pengungsi

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin didampingi Camat Senen Eric AP, Dewan Kota Sanusi dan Lurah Paseban Citra Arum P., mengunjungi korban kebakaran RT 08 dan 09, RW 02, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/8). Seperti diketahui, kebakaran terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 20.20 WIB, menyebabkan 15 rumah hangus terbakar. Kebakaran diduga akibat kosleting listrik. Dinas Sosial DKI Jakarta, BPBD dan PMI Jakarta Pusat bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda permukiman warga.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan turut prihatin terjadinya kebakaran di wilayah 02 Paseban. Berdasarkan pendataan sementara, korban kebakaran yang terdampak ada 35 kepala keluarga (KK), dan sekitar 95 jiwa.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama jajaran dinas terkait langsung menyiapkan lokasi pengungsian di SDN 05 Paseban. Tenda pengungsi dari Dinas Sosial dan BPBD ditempatkan di area halaman sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas olahraga siswa.

“Selain tempat pengungsian, pihak kelurahan melakukan pendataan terhadap kebutuhan warga yang terdampak, termasuk anak-anak yang masih bersekolah,” ungkap Arifin.
Arifin mengatakan sejumlah warga melaporkan pakaian seragam, tas, hingga perlengkapan sekolah anak juga ada yang terbakar. Ia berjanji, pemerintah akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut agar para siswa dapat kembali bersekolah.
“Sudah didata anak sekolah SD, SMP, SMA, laki-laki dan perempuan. Mereka melaporkan pakaian sekolah dan perlengkapan sekolah yang terbakar, nantinya juga ada bantuan untuk persiapan anak-anak bisa sekolah kembali,” janji Arifin.
Tak hanya kebutuhan pendidikan, layanan administrasi kependudukan juga disiapkan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membuka posko pelayanan untuk membantu warga mengurus kembali dokumen yang terbakar, seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.

Pemkot juga akan membantu penerbitan kembali sejumlah kartu layanan publik milik warga, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, serta kartu layanan gratis Transjakarta.
“Semuanya akan diperbarui dan akan diberikan yang baru. Tentu kerjasamanya, warga yang memang membutuhkan untuk dilaporkan,” ujarnya.
Ia meminta untuk layanan kesehatan disiapkan di lokasi pengungsian. Puskesmas menurunkan tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan warga, termasuk mereka yang memiliki penyakit dan membutuhkan obat rutin, kebutuhan logistik dan bantuan lainnya juga terus diinventarisasi bersama Dinsos, BPBD, PMI, dan unsur lainnya yang dapat membantu warga yang terdampak.

“(Kami) akan melakukan pendataan untuk menentukan kebutuhan warga, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan kembali rumah yang terdampak kebakaran. Semua ini didata dulu berapa rumah yang terbakar, mungkin nantinya ada dukungan untuk pembangunan rumah sementara. Inventarisasi apa yang bisa kita bantu,” katanya lagi.
Adanya musibah ini, Arifin meminta warga waspada terhadap kebakaran dan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Menurutnya, selama musim kemarau kondisi sekarang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik akibat korsleting listrik maupun aktivitas pembakaran sampah.
“Karena itu, warga untuk tidak membakar sampah sembarangan serta untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Kepada seluruh warga untuk bisa menjaga lingkungannya masing-masing tandasnya.
Penulis/Editor: Fari. K



