Uang Tunai Rp 3,3 M Disita KPK: Tenaga Ahli Adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Ikut Jadi Tersangka

progresifjaya.co.id, JAKARTA – KPK tetapkan lima tersangka dari 14 orang yang terjaring OTT di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari 5 orang tersebut dua diantaranya merupakan tenaga ahli Tenaga Ahli Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Bahkan salah satunya adalah adik dari sang jenderal yakni Bima Setiawan.
Sedangkan satu tenaga ahli lainnya yang ikut jadi tersangka adalah Richard Erlangga. Menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto tersangka inilah yang memanfaatkan statusnya untuk mendekati vendor atau perusahaan yang bekerjasama dengan badan nasional tersebut.
“Jadi, RIC (Richard) ya tepatnya seperti itu. Dengan posisinya, dia memanfaatkan statusnya, kemudian melakukan pendekatan dengan beberapa pihak yang saya sebut mungkin sebagai vendor atau penyedia jasanya,” Setyo Budiyanto dikutip Kamis (15/10).
Setyo juga mengatakan KPK menduga Bima Setiawan selaku adik sekaligus Tenaga Ahli Kepala BNPB terlibat dalam proses-proses yang tidak sesuai dengan ketentuan di lingkungan BNPB, terutama yang menggunakan dana siap pakai.
“Terindikasi bahwa ada kerja sama, ada semacam pengondisian, terutama dalam penyaluran anggaran, kemudian pemanfaatan atau penggunaannya yang sebagian disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk keuntungan dirinya sendiri,” ujar Setyo Budiyanto lagi.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian. Namun, pejabat ini tidak ditetapkan sebagai tersangka, karena dari hasil ekspose atau pemeriksaan belum ditemukan perbuatan melawan hukum.
Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang anggarannya diduga bersumber dari dana siap pakai untuk penanganan bencana itu, KPK menyita uang tunai Rp 3,3 miliar. “Jumlahnya bukan Rp1,4 miliar, tetapi kurang lebih sekitar Rp3,3 miliar,” kata Setyo Budiyanto lagi.
Lima orang yang ditetapkan jadi tersangka kasus tersebut masing-masing Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Kepala BNPB yakni Bima Setiawan fan Richard Erlangga. Kemudian seorang wanita Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan, keduanya pimpinan perusahaan swasta yang bekerjasama dengan BNPB.
Penulis/Editor: Isa Gautama



