LIFE STYLE NUSANTARA

Regenerasi Pecinta Alam, Sub DAS Cikundul Ajak Anak Muda dari Edukasi, Aksi hingga Pemetaan Sampah Konservasi

progresifjaya.co.id, CIANJUR– Komite Sub DAS Cikundul bersama relawan, mahasiswa, pemerintah, serta komunitas pecinta alam melaksanakan Pendidikan Lingkungan dan Operasi Penyampah (OPSIH) di jalur wisata Air Terjun Cibeureum, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat sekaligus memetakan persoalan sampah di jalur konservasi.

Aksi diawali dengan pengondisian peserta dan pemberian motivasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi Pendidikan Lingkungan bertema “Air sebagai Sumber Kehidupan dan Cermin Perilaku Manusia”. Materi menekankan kaitan erat antara perilaku manusia dengan kualitas ekosistem sungai, hutan, dan air terjun.

Dalam materi pendidikan tersebut, peserta diajak memahami:

  • perjalanan air dari hulu hingga hilir,
  • penyebab degradasi hutan dan sungai,
  • pentingnya regenerasi penjaga lingkungan,
  • etika memasuki kawasan konservasi, serta
  • solusi praktis seperti ecobrick untuk mengurangi sampah anorganik yang berakhir di TPA.

Usai pembekalan, para peserta melakukan Operasi Penyampah (Opsih) sepanjang jalur menuju Air Terjun Cibeureum. Empat titik menjadi fokus pembersihan, yaitu Telaga Biru, Rawa Gayonggong, Panyangcangan, dan Air Terjun Cibeureum. Tim melakukan penyisiran, pengumpulan, dan pendokumentasian sampah. Adapun jenis sampah yang dominan ditemukan ialah plastik sekali pakai, tisu basah, serta kemasan makanan dan minuman hasil aktivitas wisatawan.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pencatatan titik rawan sampah yang nantinya disampaikan kepada pihak pengelola sebagai rekomendasi perbaikan tata kelola jalur dan peningkatan edukasi bagi pengunjung.

Koordinator Komite Sub DAS Cikundul, Herry Trijoko, menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bagian dari gerakan regenerasi kepedulian terhadap hutan dan sungai.

“Hari ini kita tidak hanya memungut sampah, tetapi memungut kembali tanggung jawab kita sebagai penjaga bumi. Anak muda perlu mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung agar hubungan manusia dengan alam pulih kembali,” ujar Herry.

Selain Opsih, dilakukan juga pendataan sampah sebagai bahan riset awal terkait pola pembuangan sampah di jalur konservasi. Data tersebut nantinya diolah menjadi rekomendasi kebijakan serta materi edukasi bagi sekolah-sekolah di wilayah Sub DAS Cikundul.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama yang menegaskan bahwa menjaga sungai dan hutan bukan tugas satu kelompok, tetapi kerja kolektif yang memerlukan kesadaran, komitmen, dan tindakan bersama.

Komite Sub DAS Cikundul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Pihaknya meyakini bahwa keberhasilan pemulihan sungai dan hutan hanya dapat dicapai melalui kerja sama antara pemerintah, pelajar, dan komunitas.

Dengan semangat Dirgahayu ke-2, Komite Sub DAS Cikundul menegaskan komitmen untuk terus menjadi jembatan kolaborasi, penggerak edukasi, serta penjaga kesehatan lingkungan di wilayah Cipanas dan sekitarnya. (Rst)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *