BERITA UTAMA EKONOMI & BISNIS

Ketua Komisi IV DPR Titiek Suharto Sentil Mentan Amran: “Malu Pak, Masyarakat Pemakan Tempe, Bahan Bakunya Masih Impor”

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto membongkar bahwa kebutuhan kedelai untuk membuat tahu tempe masih diimpor.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Penganan tempe dan pasangannya tahu sudah menjadi makanan atau lauk tradisional masyarakat di Tanah Air terutama di kalangan menengah ke bawah. Tapi tahukah bahwa bahan baku makanan khas tersebut berupa kacang kedelai hanya sedikit diproduksi petani di Indonesia? Ternyata, sebagian besar pembuatan tahu dan tempe menggunakan kacang kedelai yang diimpor pemerintah.

Terus mengapa penanaman pohon kacang kedelai kurang diminati para petani, tidak seperti padi yang belakangan digenjot pemerintah hingga bisa swasembada beras? Itulah pertanyaan masyarakat setelah Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto membongkar bahwa kebutuhan kedelai untuk membuat tahu tempe masih diimpor sebanyak 2,6 juta ton per tahun. Produksi petani kedelai di dalam negeri hanya berkisar 300 sampai 400 ribu ton pertahunnya.

Bisa dibayangkan berapa biaya untuk mengimpor kacang kedelai itu? Tentu cukup besar. Apakah tidak lebih baik produksi kedelai di Nusantara ditingkatkan, seperti produksi beras? Itulah yang menjadi pertanyaan putri mendiang pahlawan nasional Presiden ke 2 Suharto soal Indonesia masih ketergantungan impor kedelai saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Gedung DPR, Senin (24/11).

Titiek yang juga politisi Partai Gerindra itu bertanya-tanya mengapa Indonesia masih terus bergantung impor kedelai. Padahal, sebagian besar masyarakat Indonesia memakan produk olahan kedelai, seperti tahu dan tempe. “Kita bangsa pemakan tahu tempe, mestinya kedelai jadi prioritas. Kebutuhan kedelai 2,9 juta ton per tahun, produksi kita cuma 300 ribu, 350 ribu, 400 ribu ton. Impor kita 2,6 juta ton, banyak sekali. Kalau dirupiahin berapa tuh? Banyak sekali, triliunan ya, Pak,” ujar Titiek pada Mentan Amran Sulaiman yang tampak tersenyum kecut.

Setelah menyentil Mentan Amran, kemudian Titiek mengapresiasi pemerintah yang berupaya melakukan swasembada beras dan jagung. Hal ini dikatakan Titiek guna mencairkan suasana yang cukup tidak mengena. Namun belakangan, ia bertanya lagi kenapa tak ada upaya swasembada kedelai. Titiek sempai mengatakan malu karena masyarakat pemakan tempe tapi bahan bakunya masih diimpor.

Oleh karenanya, Titiek mendorong pemerintah agar bisa swasembada kedelai. Menurutnya, Perum Bulog pernah punya program peningkatan produksi tiga komoditas utama, yaitu Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale). “Dulu bapak punya program Pajale, coba dihidupkan kembali, supaya ke depan jangan impor 2,6 juta (ton). Itu malu, Pak. Kita makan tempe tahu, impor kedelai segitu,” ujar Titiek.

Dalam kesempatan itu, Amran menyampaikan rencana pemerintah meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri. “Kedelai sudah ada 73 ribu, ada rancangan, Bu, tapi belum seperti, kami sudah ada pembahasan, kami sudah ratas dua kali, Bu, ada program tanah-tanah yang kita mau tanami itu sangat luas, tetapi kami nanti laporkan lagi setelah fix dananya, anggarannya, tetapi sudah 60-70 persen,” ujar Amran.

Sebelumnya, pasokan kedelai menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Namun, perhatian itu terkait pemenuhan bahan pangan untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karenanya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memastikan pasokan bahan pangan untuk MBG tak menimbulkan inflasi di tengah masyarakat.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kedelai. Nanik menyebut setiap hari MBG membutuhkan 200-300 kilogram tahu-tempe. “Itu juga nanti kalau kita tidak tanam kedelai sendiri, mungkin akan kekurangan juga. Kita ini baru 50 persen untuk MBG-nya,” kata Nanik.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah menyiapkan sistem terintegrasi mulai dari pakan ternak hingga peternakan di lahan 500 ribu hektar, dengan 200 ribu hektar di Jawa dan sisanya di luar Jawa.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *