Operasi Ketupat Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim Petakan Titik Rawan Jalur Mudik dan Didirikan 27 Rest Area

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi.
progresifjaya.co.id, SURABAYA – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur (Jatim) sudah melakukan pemetaan titik rawan jalur mudik lebaran di wilayah Jatim. Pemetaan dilakukan sejak bulan lalu bersama instansi terkait seperti Jasa Marga, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten dan Provinsi, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya.
Di jalur arteri, titik rawan kecelakaan yang dipetakan adalah jalur Pantura (Pantai Utara), jalur tengah, jalur selatan, wilayah Tapal Kuda, serta jalur di kawasan timur Jawa Timur.
Jalur Pantura atau Daendels adalah jalur yang menghubungkan Jawa Tengah dan Lamongan. Saat ini, di jalur tersebut tengah dilakukan pengebutan pengerjaan perbaikan jalan di jalur Widang, Bancar, dan Jembatan Kepet. Juga penutupan ring road selatan yang memaksa pengalihan arus ke jalur dalam kota.
Kemudian wilayah Tapal Kuda adalah wilayah timur di Jawa Timur yang membentuk pola melengkung menyerupai alas sepatu kuda. Wilayah ini meliputi tujuh kabupaten/kota yakni Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo.
Selain beberapa wilayah tersebut, jalur arteri di Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah juga mendapat perhatian khusus. Jalur ini diketahui menjadi salah satu lintasan utama kendaraan logistik yang tidak melalui jalan tol.
Jalur arteri utama di Tuban adalah Jalan Nasional Tuban-Bancar (sepanjang pesisir utara Jawa) yang berfungsi sebagai arteri primer. Ruas ini, khususnya KM 9-10 adalah jalur vital dengan tipe jalan 2/2 TT (dua lajur, dua arah, tanpa median) yang menghubungkan Tuban ke arah Rembang/Semarang, serta ke arah Lamongan/Surabaya.
“Arteri Tuban itu menjadi tumpuan kendaraan logistik, terutama kendaraan berat yang tidak melalui tol. Di sana juga terdapat beberapa titik yang kami prediksi rawan kecelakaan,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, Jumat, 13 Maret 2026.
Dijelaskannya, berdasarkan pemetaan di wilayah Tuban itu terdapat sekitar 25 titik yang berpotensi kerawanan lalu lintas. Mulai dari perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro. Selain itu, potensi kemacetan akibat hambatan samping seperti pasar tumpah juga menjadi perhatian.
Tak terkecuali juga dengan wilayah Madura. Ada sekitar delapan lokasi pasar tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Lokasi-lokasi tersebut sudah kami sampaikan kepada masing-masing Kasat Lantas agar dilakukan langkah antisipasi jauh hari sebelum pelaksanaan mudik maupun arus balik,” kata Kombes Pol Iwan.
Karena itu, lanjut Kombes Pol Iwan,
sebagai upaya untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim pun sudah mendirikan sekitar 27 rest area di sepanjang ruas tol Jawa Timur, baik di jalur kiri maupun kanan. Rest area yang didirikan ini terbagi menjadi tipe A, B, dan C yang dibedakan dari fasilitas yang tersedia.
“Rest area tersebut sudah kami cek sejak sebulan lalu dan kondisinya siap digunakan untuk memfasilitasi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat,” dia berujar.
Dikatakannya juga, Operasi Ketupat Semeru 2026 adalah bagian dari operasi serentak yang dilakukan seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Operasi serentak ini digelar sebagai wujud kesiapan Polri untuk melayani masyarakat dalam mobilitas tinggi selama liburan lebaran.
“Operasi Ketupat itu bukan semata perjalanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual. Dan Polri hadir untuk melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman dan menjalankan ibadah,” ujar perwira berpangkat melati tiga dari Batalyon Parama Satwika Akpol 1998 ini. (Bembo)



