HUKUM & KRIMINAL NUSANTARA

Bantah Hanya Kasih Rp 100 Ribu: Pemilik Uang Rp 3,6 M Hadiahkan Umroh kepada Jukir Nenek Kusmiah

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Nenek juru parkir Kusmiah (65) yang berhasil menggagalkan pencurian uang nasabah dengan modus pecah kaca senilai Rp 3,6 miliar, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemilik uang, Kliwon Alwawan. Dia memberi hadiah ibadah Umrah kepada lansia itu sebagai tanda terima kasih.

Tidak itu saja Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah juga memberikan paket sembako dan uang tunai kepada sang nenek pemberani itu dengan mendatangi langsung kediaman Kusmiah, di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Kami dari Polres Brebes juga akan memberikan penghargaan resmi kepada Kusmiah pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang akan digelar pada 1 Juli 2026 mendatang,” kata Lilik.

Lilik menjelaskan, bahwa tindakan yang dilakukan Kusmiah merupakan contoh nyata kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan.

“Keberanian seperti yang ditunjukkan Kusmiah sangat penting dalam mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Lilik.

Sebelumnya aksi heroik nenek itu viral di media sosial maupun media dari. Lansia juru parkir itu berhasil menyelamatkan duit Rp 3,6 miliar milik Kliwon dari aksi rampok yang memecahkan kaca mobilnya. Pada saat itu Kliwon hanya memberi Rp 100 ribu kepada Kusmiah yang kemudian membagi lagi kepada 2 temannya sesama tukang parkir dan seorang pengemudi ojeg. Alhasil si nenek hanya mendapatkan Rp 25 ribu, tidak sebanding dengan duit miliaran yang diselamatkan dari tangan perampok.

Diduga atas viralnya aksi nenek tersebut, Kliwon merasa nggak enak hati. Akhirnya dia mendatangi kediaman nenek Kusmiah, bersama istrinya. Korban percobaan pencurian uang itu mengaku panik saat itu, makanya dia hanya memberikan uang ala kadarnya kepada perempuan tua tersebut.

Kliwon menceritakan bahwa hingga kini dirinya masih teringat detik-detik menegangkan saat uang tunai Rp3,6 miliar yang baru dari sebuah bank di depan Alun-alun Brebes dan nyaris dibawa kabur komplotan pelaku pecah kaca mobil. Saat itu mobilnya berhenti di halaman parkir perkantoran bank di Jalan Ahmad Yani Kota Brebes.

“Makanya saat ini saya baru sempat menemui ibu Kusmiah secara langsung dan memberikan penghormatan dengan mengajak untuk umroh ke tanah suci Mekah,” kata Kliwon.

Kliwon juga meluruskan anggapan netizen di media sosial yang berkembang terkait uang Rp 100 ribu yang sempat diberikan kepada Kusmiah setelah kejadian. Menurut Kliwon, saat itu dirinya sama sekali tidak bermaksud hanya memberikan uang sebesar itu sebagai bentuk terima kasih saja. Melainkan sudah punya niat lainnya untuk bisa mengajaknya menjalankan ibadah umroh.

“Saat itu saya panik dan gemetar. Saya baru saja mengalami kejadian yang luar biasa. Jadi bukan berarti saya hanya ingin memberi Rp 100 ribu saja. Saat itu benar-benar shock dan tidak bisa berbuat apa-apa,” jelas Kliwon.

Sementara Jukir lansia Kusmiah mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres Brebes beserta jajarannya. Termasuk dari pihak korban Kliwon Alwawan. Apalagi, hari ini dirinya telah mendapatkan bantuan dari Polres Brebes dan juga tidak membayangkan sebelumnya akan diberangkatkan umrah ke Tanah Suci secara gratis.

“Saya orang tidak punya, ini seperti mimpi kalau saya mau diajak umrah. Alhamdulillah dan terima kasih orang-orang baik,” tutur Kusmiah dengan mata berkaca-kaca mendengar berita bahagia.

Kusmiah mengaku, telah bekerja puluhan tahun sebagai juru parkir di kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Brebes bersama sang suami. Namun sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu, Kusmiah harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Dulu sama suami yang sama-sama juru parkir berangkat bareng sebagai juru parkir naik motor butut. Sekarang harus sendiri menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer dari rumahnya menuju tempat bekerja di pusat Kota Brebes,” jelas Kusmiah.

“Kadang jalan kaki dulu sambil mencari tumpangan di jalan. Apalagi jaraknya dari rumah sekitar 12 kilometer. Saya juga pernah numpang mobil ambulans dan duduk dengan mayat yang dibawa ambulans,” ungkap Kusmiah.

Kusmiah menjelaskan, meski saat ini usianya sudah tak lagi muda, ia tetap bekerja menjadi juru parkir dan berjualan minuman demi di lokasi parkir demi bisa menghidupi keluarga.

“Saya masih menafkahi anak saya dan untuk kebutuhan sehari-hari. Makanya saya selalu berharap diberi kesehatan, untuk terus bisa bekerja meski usia saya sudah tua” pungkasnya.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *