BERITA UTAMA NASIONAL

Empat Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal saat Ikuti Pelatihan Militer Dasar

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Sorotan terhadap pelaksanaan latihan dasar militer menguat setelah empat calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih meninggal saat mengikuti pelatihan militer dasar komando cadangan. Keempatnya adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Keempat peserta tersebut meninggal setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Rifki mulai mengalami gangguan kesehatan pada Kamis, 25 Juni 2026, sekitar pukul 14.30 WIB dan mengembuskan nafas terakhirnya pada Jumat dini hari, 26 Juni 2026. Rifki mengikuti pelatihan militer di Kodam III/Siliwangi. 

Kemudian Novia yang mengikuti pelatihan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta, meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026. Ia tercatat memiliki riwayat tuberkulosis atau TBC. 

Sementara itu, Anisa meninggal pada 18 Juni 2026 setelah mengalami heat stroke saat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun Yonanda dinyatakan wafat akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026 ketika mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Evaluasi Gabungan

Sementara secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan pemerintah belum menemukan indikasi kelalaian yang menyebabkan tiga calon manajer koperasi desa merah putih meninggal saat mengikuti latihan dasar militer. Alasannya, karena ketiga mendiang itu meninggal saat latihan baru berjalan beberapa hari.

“Saya rasa belum (ada indikasi kelalaian), karena kalau yang kami dengar laporan itu baru di hari pertama hari kedua. Kami tentunya menyampaikan keprihatinan dukacita yang mendalam. Tapi mari kita terus perbaiki,” ujar Prasetyo Hadi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai, latihan militer itu belum memberatkan para peserta lantaran baru terlaksana beberapa hari. Dia menduga riwayat kesehatan para peserta yang menjadi penyebab kematian itu.

Kata Prasetyo, pemerintah pasti melakukan evaluasi gabungan untuk menemukan ada tidaknya kejanggalan dalam prosedur latihan militer itu. “Semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian ya itu juga bagian dari (evaluasi),” ucap dia.

Prasetyo menyampaikan, potensi menghentikan program latihan militer bagi calon manajer koperasi ini baru bisa dilihat setelah hasil evaluasi dirilis. Dia menegaskan bahwa kabar kematian calon manajer turut dipantau oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di samping latihan militer, Prasetyo menegaskan bahwa ribuan calon manajer koperasi merah putih juga memberikan pendidikan untuk mendorong peningkatan kompetensi mereka. Sementara latihan militer adalah bagian dari rangkaian proses pembekalan tersebut. Untuk diinformasikan, pelatihan militer dasar bagi 35.000 lebih calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih berlangsung selama 45 hari, yang dimulai pada 17 Juni 2026.  Di luar materi pelatihan militer dasar, calon manajer koperasi desa juga mendapat materi teknis manajerial dan pengelolaan program.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *