Sufmi Dasco Klarifikasi Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK Belum Jadi Kader Gerinda

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kasus Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kemudian dikaitkan dengan kader Partai Gerinda mendapat diklarifikan langsung dari Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerinda, Sufmi Dasco Ahmad.
Dijelaskan, saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung 2024, Gatut Sunu didukung oleh banyak partai dan statusnya
ketika itu belum menjadi kader Gerindra.
Gatut Sunu baru mendaftar untuk bergabung dengan Partai Gerindra setelah dia terpilih menjadi Bupati Tulungagung.
“Dia belum lama mendaftar sebagai kader Gerindra dan itu mendaftar setelah dia menjadi Bupati Tulungagung,” kata Sufmi Dasco kepada awak media, Sabtu, 11 April 2026.
Disebutkan juga oleh Sufmi Dasco, kader asli Gerindra di Tulungagung adalah Ahmad Baharudin yang sekarang menjabat Wakil Bupati Tulungagung.
“Yang kader Gerindra asli adalah wakil bupatinya,” ucap Sufmi Dasco lagi.
Ketua OKK (Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan) DPD Gerindra Jawa Timur, Hidayat juga turut menambahka, meski sudah mendaftar jadi kader Gerindra, Gatut Sunu masih belum resmi menjadi kader Partai Gerinda.
Namun begitu, dirinya juga tak menampik bila dalam waktu dekat Gatut Sunu akan bergabung dengan Partai Gerindra. Tinggal menunggu lampu hijau dari DPP Gerindra.
Diketahui sebelumnya, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK pada Jumat kemarin, 10 April 2026. Dia diboyong ke Jakarta pada Sabtu pagi untuk diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Selain Gatut Sunu, masih ada 15 orang lainnya yang terjaring OTT KPK dan saat ini masih diperiksa di Mapolresta Tulungagung. Namun KPK masih belum mau membeberkan identitas 15 orang yang ditangkap bersama-sama dengan Gatut.
“Bupati Gatut Sunu tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ucapJuru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan singkatnya, Sabtu, 11 April 2026. (Bembo)



