Produksi Roti UMKM Kian Digemari, Siap Menjadi Mitra MBG dalam Pemenuhan Gizi

progresifjaya.co.id, GARUT – Produksi roti rumahan (home industry) terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam mengangkat ekonomi kerakyatan, terutama di daerah, dengan menyediakan sumber penghasilan yang menjanjikan. Usaha ini tidak hanya membantu ekonomi keluarga pemiliknya, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar
Seperti usaha roti yang dikelola oleh Syafrudin dengan roti bermerek Syambread. Saat ini, Syambread dalam sehari diproduksi sekitar 3.000 sampai 4.000 roti.
Dalam industri rumahan ini, Syafrudin memperkerjakan 4 karyawan sebagai tim produksi dan sejumlah tenaga pemasaran yang menjadi marketing ke warung-warung dengan menggunakan sepeda motor di sekitar Kota Garut.

Usaha home industry yang dibangun hampir satu tahun tersebut menawarkan varian roti dengan aneka rasa seperti stroberi, coklat, blueberry, kelapa, pandan yang dikemas menarik dengan harga eceran relatif terjangkau.
Ditemui di tempat produksi, Rabu (29/4), Syafrudin selaku owner roti Syambread, menceritakan kisah awal mengelola roti warungan dengan bermodalkan ketelatenan dan pengalaman membuat roti serta adanya peluang usaha rumahan tersebut.
“Saya sudah mulai usaha roti ini tujuh bulan lalu setelah segala prosedur perizinan keluar, kita mulai merintis walaupun ada berbagai kendala seperti kenaikan harga bahan baku, terutama tepung, telur dan lainya,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku usahanya tetap berjalan dengan baik dan masih mendapat respon positif dari masyarakat.

“Sejauh ini usaha masih baik-baik saja. Harapannya ke depan bisa lebih berkembang lagi dan terus bertahan,” tambahnya.
Lebih lanjut. Syafiudin mengharapkan adanya program MBG dapat menyentuh UMKM seperti usaha miliknya ini.
“Sempat kita menjadi mitra program MBG di mana waktu bulan Ramadhan dan itu sangat membantu peningkatan produktifitas,” ucapnya.
Ke depan, kata dia, tentunya kita berharap home industry seperti saya ini kembali mendapatkan kemitraan di program MBG.
Dengan dukungan yang tepat, usaha roti rumahan tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan daerah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Mus)



