HUKUM & KRIMINAL KESEHATAN NUSANTARA

Gubernur Konten Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Operasi dan Perawatan Yuvita Tri Rezeki sampai Pulih

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Boleh saja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disindir sebagai gubernur konten oleh sesama kepala daerah, terutama oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Namun kiprahnya sebagai kepala daerah tidak segan-segan membantu warganya yang sedang susah. Duit pribadinya miliaran rupiah hasil mengonten selalu disalurkan kepada warga yang membutuhkan, berapapun itu.

Lihat saja saat gubernur menjenguk warganya yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pihak rumah sakit menolak biaya operasi dan perawatan korban dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Pasalnya, pasien bukan sakit yang ditanggung badan tersebut, tetapi karena korban penganiayaan atau kekerasan.

Nah disitulah secara spontan Dedi Mulyadi menyatakan akan menanggung biaya rumah sakit berapapun jumlah “Sampai sembuh atau pulih” ujar Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebutan populernya Gubernur Jabar.

Tidak itu saja, KDM juga memberi biaya untuk kebutuhan rumah tangga keluarga korban. “Untuk yang jaga di rumah sakit, makan dan termasuk transport nya, serta kebutuhan di rumah,” ujarnya Dedi lagi.

Gubernur Dedi Mulyadi mengaku sangat prihatin dengan kondisi korban Yuvita Tri Rezeki (29) yang sekujur tubuhnya dari kepala hingga kaki penuh luka bekas pukulan benda tumpul dan tajam. Bahkan mukanya rusak, bibir bagian bawah hilang seperti dipotong dan kedua matanya nyaris buta.

Menurut keterangan Dedi, kondisi korban sudah mulai membaik dan dapat berkomunikasi. “Makin membaik, walaupun saya jujur saja, lihatnya pun gak berani, gak tega lah,” ungkap Dedi seraya berujar ia tidak melakukan komunikasi secara langsung karena merasa tidak sampai hati melihat kondisinya.

Namun ia memastikan akan menyelesaikan persoalan yang dinilai perlu segera ditangani. “Ibu Doksis (panggilan akrab Kepala DP3AKB Jabar, Siska Gerfianti) yang komunikasi, saya dengerin, karena saya itu laki-laki, tapi hatinya gak tega. Tetapi yang paling utama, ada beberapa hal yang harus saya selesaikan,” katanya.

Menurut Dedi, salah satu hal yang perlu diselesaikan saat ini adalah persoalan biaya pengobatan. Ia bakal menanggung seluruh biaya pengobatan korban sampai selesai. “Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai, jadi gak usah lagi nyari ke BPJS, ke mana-mana saya tanggung. Jadi gak usah sibuk lagi keluarganya, keluarganya juga oleh saya tadi dibekelin,” katanya.

Di samping itu, Dedi mengingatkan kepada warga Jawa Barat agar tetap waspada. Jangan sampai aktivitas bersama lawan jenis tidak diketahui pihak keluarga. Dan ia meminta keluarga agar selalu mengawasi buah hatinya terutama perempuan.

“Yang paling utama ngingetin seluruh kaum perempuan yang ada di Jawa Barat dan di Indonesia. Sekarang itu kan peristiwa seperti ini banyak terjadi. Hati-hati, pergi dengan laki-laki agar ditemani keluarganya, sudah, titik. Itu penting,” imbaunya.

Sementara ini, Dedi sudah berkoordinasi bersama jajaran Polda Jabar agarvTaufik Hidayat (30) pelaku penyekapan dan kekerasan fisik terhadap korban dapat segera ditangkap. “Sudah kami komunikasi dengan jajaran Polda. Saya yakin tidak akan lama lagi pelakunya tertangkap,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *