EKONOMI & BISNIS

Pemkab Lebak Jamin Stok Pupuk Bersubsidi di Semua Agen Mencukupi

progresifjaya.co.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menjamin stok pupuk bersubsidi di semua agen resmi mencukupi kebutuhan petani hingga Desember 2026.

Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan, selama ini persediaan pupuk di daerah melimpah, sehingga tidak terjadi kelangkaan.

“Stok pupuk subsidi melimpah, dan aman sampah bulan Desember 2026,” kata Deni, Kamis (12/03/2026).

Untuk pupuk bersubsidi jenis urea sudah direalisasikan pada musim tanam Januari-Maret 2026 sebanyak 950 ton dari alokasi 23.167 ton. Begitu juga pupuk NPK untuk tanam padi Januari-Maret 2026 sudah direalisasikan sebanyak 129 ton dari alokasi 25.449 ton

Sedangkan pupuk jenis organik alokasi tahun 2026 di Kabupaten Lebak sebanyak 390 ton, namun hingga kini belum ada realisasi. Oleh karena itu, pihaknya menjamin persediaan pupuk bersubsidi aman hingga Desember mendatang.

“Kami mendistribusikan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan petani dalam pengajuan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok(RDKK), sehingga tepat sasaran,”ujar Deni.

Menurutnya, selama ini, petani mudah mengakses pupuk bersubsidi dengan membeli di tingkat distributor maupun agen resmi. Selain itu, petani dapat memproduksi pupuk organik yang terbuat dari kotoran ternak maupun jerami sampah untuk dijadikan kompos.

Penggunaan pupuk organik sangat membantu untuk mengurangi kerusakan tanah pertanian juga ramah lingkungan, sehingga petani tidak mengandalkan pada pupuk kimia.

“Kami minta petani tetap dapat menggunakan pupuk yang berimbang antara organik dan non organik guna meminimalisir biaya produksi,”ucapnya.

Ia menyebutkan, harga pupuk bersubsidi untuk pupuk urea Rp1.800 per kilogram dan jika per sak ukuran 50 kilogram sebesar Rp90.000. sedangkan pupuk NPK sebesar Rp1.840 perkilogram dan per sak 50 kilogram mencapai Rp92.000.

“Harga pupuk bersubsidi itu dijual di agen resmi turun sekitar 20 persen dari sebelumnya, sehingga meringankan beban ekonomi petani,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sukabungah, Desa Tambakbayan, Kecamatan Cibadak, Ruhiana mengaku bahwa selama dua tahun terakhir pasokan pupuk bersubsidi surplus, sehingga petani merasa tenang untuk bercocok tanam padi karena tidak akan terjadi kelangkaa pupuk. (R. Rencong)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *