HUKUM & KRIMINAL

Go With the Flow, Satlantas Polres Pangandaran Budayakan Tradisi 3Suntuk Melayani dan Memuaskan Masyarakat

Pola pelayanan humanis dan Presisi dari Satlantas Polres Pangandaran kepada masyarakat di lini pelayanan Satpas dan Samsat.

progresifjaya.co.id, PANGANDARAN – Satlantas Polres Pangandaran membudayakan tradisi 3S (senyum, sapa, salam) untuk meningkatkan pelayanan prima kepada pemohon SIM di lini Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas) maupun kepada wajib pajak di lini Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Pelayanan yang Presisi, humanis dan edukatif ini juga menjadi sarana pembuktian Satlantas Polres Pangandaran untuk membuat para pemohon SIM dan wajib pajak merasa nyaman dan terpuaskan. Istilah gaulnya adalah beyond satisfied atau kepuasan hasil yang melebihi ekspetasi.

Kanit Regident Satlantas Polres Pangandaran, Ipda M. Harry Santoso dalam pernyataannya menjelaskan, Satlantas Polres Pangandaran memang sudah berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat secara prima dan humanis dan edukatif. Meski masih banyak keterbatasan sarana pendukung untuk bertugas, hal tersebut bukan alasan untuk menghilangkan poin pelayanan prima yang Presisi.

“Petugas diwajibkan untuk selalu tersenyum, menyapa, dan memberi salam kepada masyarakat untuk menciptakan suasana nyaman. Selain itu, petugas juga selalu memberikan arahan dan edukasi langsung kepada pemohon SIM dan wajib pajak,” ujar Ipda M. Harry.

Secara teknis, Satlantas Polres Pangandaran terhitung adalah anak bontot dari 23 bersaudara Satlantas di Polda Jawa Barat. Hal ini mengikuti histori Kabupaten Pangandaran sebagai daerah otonom termuda pemekaran dari Kabupaten Ciamis sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012.

Dan karena terhitung anak bontot, kelengkapan berbagai sarana pendukung penugasan pun jadinya terlengkapi secara bertahap. Termasuk gedung Polres dan Satlantas yang baru bisa berstatus hak milik sendiri pada awal Januari 2025 lalu.

“Ya begitulah dinamika penugasan kita sebagai polisi di Polres Pangandaran. Tapi semua hal tersebut justru memotivasi kita untuk bekerja lebih baik lagi melayani masyarakat, khususnya pelayanan di sektor registrasi identifikasi atas regident Satlantas Polres Pangandaran,” kata perwira yang sebelumnya juga pernah bertugas sebagai Kanit Turjawali Satlantas Polres Subang serta Kanit Kamsel Satlantas Polres Subang.

Dijelaskannya juga, pola komunikasi interaktif yang edukatif kepada masyarakat adalah jargon kerja utama Satlantas Polres Pangandaran. Terlebih karakteristik masyarakat Pandandaran terbilang keras dan sumbu pendek karena mayoritas adalah nelayan yang perilakunya terbiasa menerjang ombak.

“Kami di sini bekerja dengan  berorientasi pada psikologi untuk menyesuaikan diri. Go with the flow istilahnya. Jadi kami mudah masuk untuk melayani dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Pangandaran  Baik itu tentang Kamseltibcarlantas, maupun soal prosedur pengurusan SIM dan administrasi kendaraan bermotor,” terang Ipda M. Harry.

Dan yang terutama, tambahnya, kepuasan masyarakat tetap menjadi tolak ukur dari keberhasilan tugas pelayanan. Bilamana masyarakat merasa terpuaskan, itu artinya kepercayaan masyarakat Pangandaran kepada Polri bisa terjaga baik.

“Dan jadi tugas kami selanjutnya adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kami harus bisa sesempurna mungkin mentransformasikan diri kami sebagai Polantas Presisi buat masyarakat Pangandaran.  Doakan kami berhasil, ya,” ujar Ipda M. Harry lagi memohon dukungan.

Penulis/Editor: Bembo

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *