Viral, Armada Bus Membunyikan Klakson Digital Suara Jokowi ‘Saya akan Lawan’ Menggema di Jalan Raya

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Puluhan cuplikan unggahan konten video berdurasi singkat yang menunjukkan sejumlah armada bus melintas di jalan raya dengan membunyikan klakson digital ‘Saya akan Lawan’ viral di media sosial. Klakson dengan suara presiden ke 7 Jokowi itu menggema dan membuat tersenyum masyarakat yang mendengarnya.
Dalam beberapa konten video tersebut dinarasikan klakson dengan perubahan genre telolet ke suara pidato khas Presiden ke-7 Joko Widodo saat mengucapkan kalimat ‘Saya akan lawan’ hanya sebagai lucu-lucuan. Namun banyak juga di kolom komentar yang menyatakan sebagai semangat bagi para awak Perusahaan Otobus (PO) dalam menjalankan tugasnya di kendaraan besar berpenumpang banyak itu.
Pada beberapa video singkat itu terlihat bus-bus antar kota antar provinsi yang melintas di jalan raya membunyikan klakson tersebut. Kemudian disapa masyarakat di pinggir jalan dan sang sopir armada-armada bus itu membunyikan berulang-ulang suara pidato Jokowi ‘Saya akan lawan’ yang diputar dari power speaker digital hasil kreasi anak bangsa.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri beragam reaksi dari warganet. Banyak netizen yang terhibur dengan kreatifnya klakson tersebut, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan keaslian suara maupun aspek legalitas modifikasi klakson di jalan raya. “Kreatif lah buat semangat para pengemudi,” ujar seorang warganet dari Tangerang.
Belakangan ada juga video konten bus malam yang membunyikan klakson Presiden Prabowo ‘Hei, Antek-antek Asing’ dan ‘Hidup Jokowi’ menggema dari rekaman suara klakson digital tersebut. Namun belum diketahui dengan pasti apakah itu hanya editan gambar video saja atau benar dari suara klakson digital bus yang terlihat di video itu.
Namun begitu viralnya unggahan video klakson suara Jokowi dan Prabowo itu tidak semua dibenarkan oleh pemilik PO. Seperti PO MTrans, pihak manajemennya menyatakan bus yang terlihat di video viral itu diduga hanya editan saja. Pasalnya, setelah melakukan pengecekan, pihaknya memastikan tidak ada bus PO MTrans yang menggunakan suara klakson tersebut.
“Kami mohon maaf sebelumnya karena beredar video yang seperti itu. Kami pastikan video itu adalah editan dan kami sudah cek,” terang Humas Resources Development (HRD) MTrans Jhony Sasongko, dikutip Jumat (7/8).
“Armada yang ada dalam video tersebut bahwasannya aturan penggunaan klakson sudah dipatuhi olek kru, sehingga kami memastikan video tersebut editan,” imbuhnya.
Penulis/Editor: Isa Gautama



