INTERNASIONAL

Terjadi di Thailand: Siswa Lepaskan Tembakan di Sekolah Secara Acak, Sebabkan 8 Orang Tewas

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Aksi penembakan brutal pada sebuah sekolah menengah terkenal bernama Debsirin Nonthaburi di distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi sebelah utara ibu kota Bangkok, Thailand menyebabkan sedikitnya 8 orang tewas. Aksi penembakan yang terjadi pada hari Jumat (7/8) pagi itu sungguh mengerikan, karena penembak memuntahkan peluru dari senjatanya secara acak terhadap para siswa yang berada di sekolah tersebut.

Dilansir dari media lokal, para korban yang menderita luka tembak langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan darurat. Stasiun televisi lokal Thai PBS, dilansir kantor berita AFP mengabarkan, pelaku penembakan itu terindentifikasi sebagai seorang siswa di sekolah tersebut.

Terduga pelaku penembakan itu adalah remaja 14 tahun. Dia disebut menembak kakek dan neneknya di rumah lalu pergi ke Sekolah Debsirin Northaburi dan menembak lima guru. Pelaku kemudian menembak dirinya sendiri. Dia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. 

Petugas juga memperlihatkan foto-foto para siswa berhamburan keluar dari sekolah di pinggiran barat laut Bangkok, sementara ambulans beroperasi membawa para korban ke rumah sakit.

Dalam salah satu foto, satu orang siswa terlihat terbaring di tandu di luar ambulans, sementara yang lainnya tengah ditangani oleh dokter. Semua siswa yang jadi korban penembakan itu, kini masih mendapat perawatan darurat di beberapa rumah sakit di wilayah distrik itu.

Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan Asia Tenggara, dengan sekitar 10 juta senjata api diperkirakan beredar. Ini artinya satu senjata api untuk setiap tujuh warga. Janji-janji pemerintah di masa lalu untuk memperketat undang-undang senjata api, belum berhasil mencegah penembakan berulang.

Sebelumnya pada bulan Februari lalu, seorang kepala sekolah tewas dan dua siswa terluka di distrik Hat Yai, Thailand Selatan, setelah seorang remaja bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sekolah.

Pada tahun 2022, seorang mantan polisi bersenjata pistol dan pisau, menyerbu sebuah tempat penitipan anak di utara negara itu, dan membunuh 24 anak dan 12 orang dewasa. Ini merupakan salah satu pembantaian massal paling mematikan di Thailand.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *